Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kesehatan perempuan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penyediaan layanan kesehatan yang adil, berkualitas, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan di seluruh negeri.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyatakan bahwa kesehatan perempuan adalah fondasi penting bagi pembangunan manusia yang berkelanjutan. Menurutnya, penguatan layanan kesehatan perempuan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup individu, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan keluarga dan kualitas generasi mendatang. “Negara hadir untuk memastikan setiap perempuan memperoleh akses layanan kesehatan yang setara, bermutu, dan responsif. Tidak boleh ada yang tertinggal, karena dari layanan yang unggul kita membangun masa depan yang lebih tangguh,” ujar Pratikno dalam Forum Nasional Kesehatan Perempuan 2026 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).
Forum tersebut dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan perempuan di berbagai lapisan masyarakat. Forum Nasional Kesehatan Perempuan 2026 menjadi wadah kolaborasi pemerintah, United Nations Population Fund (UNFPA), dan mitra pembangunan lainnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan, memperkaya perspektif, serta merumuskan solusi inovatif dalam penanganan isu kesehatan perempuan di tingkat nasional.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun langkah bersama yang lebih terarah dan berdampak dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan di Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa tantangan Indonesia saat ini bukan hanya meningkatkan usia harapan hidup, tetapi juga memastikan masyarakat tetap sehat hingga usia lanjut, yang rata-rata usia hidup sudah mencapai 74 tahun. Deteksi dini sangat penting, karena sebagian besar penyakit kronis bisa dicegah jika diketahui lebih awal.
Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin, khususnya tiga indikator utama: tekanan darah, gula darah, dan lemak darah. Jika ketiga indikator ini dijaga sejak dini, risiko penyakit kronis seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal bisa ditekan. Menkes Budi juga menyoroti peran strategis perempuan sebagai penjaga kesehatan keluarga. Selain itu, CKG juga menjadi pintu masuk untuk meningkatkan literasi kesehatan perempuan, sehingga mereka tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi penggerak kesehatan di tingkat keluarga. “Peran strategis perempuan yaitu sebagai penjaga kesehatan keluarga. Ibu-ibu adalah tenaga kesehatan alami di rumah. Jika dibekali pengetahuan yang tepat, dampaknya luar biasa bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya.




















