Headline.co.id, Banda Aceh ~ Sebanyak 15.128 tenaga kesehatan di Aceh akan mendapatkan vaksinasi Campak Rubela (MR) sebagai langkah pencegahan penularan penyakit campak di fasilitas kesehatan. Program ini dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1837/2026 yang mewajibkan vaksinasi MR sebagai booster bagi tenaga medis, nakes, dan dokter internship.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyatakan bahwa sasaran vaksinasi meliputi 2.916 perawat dan bidan, 11.943 tenaga kesehatan lainnya, 239 dokter umum internship, serta 30 dokter gigi internship. “Dengan vaksinasi ini diharapkan para tenaga kesehatan mendapat imunitas lebih kuat saat menjalankan tugas mereka,” ujar Ferdiyus di Banda Aceh, Jumat (24/4/2026).
Ferdiyus menjelaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan kelompok yang berisiko tinggi tertular campak karena interaksi langsung dengan pasien dalam waktu lama setiap hari. Oleh karena itu, perlindungan imun tambahan menjadi sangat penting. Menurutnya, kasus campak di Aceh masih ditemukan dan berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB). Program vaksinasi ini juga diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat perlindungan tenaga kesehatan.
Selain perlindungan kesehatan, vaksinasi ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi, terutama melalui peran bidan desa dan tenaga puskesmas sebagai garda terdepan layanan kesehatan. Ferdiyus menambahkan bahwa vaksinasi perdana telah dilaksanakan pada Rabu (22/4/2026) di Aula RSUD dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh.
Sementara itu, Asisten Pemerintah, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Syakir, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam melindungi tenaga kesehatan. Ia berharap program tersebut dapat segera diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di Aceh, mengingat masih adanya kasus campak serta capaian imunisasi yang perlu ditingkatkan. “Harus ada dorongan dan sinergi bersama, khususnya bagi nakes untuk segera melakukan imunisasi,” ujarnya.


















