Headline.co.id, Lombok Tengah ~ Program Kampung Internet yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah menunjukkan hasil positif dalam mempercepat transformasi digital di desa-desa, khususnya dalam meningkatkan ekonomi, pariwisata, dan akses pendidikan. Di Desa Setanggor, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), program ini menyediakan akses internet yang stabil dan terjangkau, serta pelatihan pemanfaatan teknologi digital. Dampaknya, para pelaku usaha desa kini dapat memperluas pemasaran secara daring dan meningkatkan produktivitas.
Kepala Desa Setanggor, Kamarudin, mengungkapkan bahwa kehadiran internet menjadi pendorong utama ekonomi desa. Dalam delapan bulan terakhir, promosi digital telah meningkatkan kunjungan wisata, termasuk pada kegiatan bazar kuliner yang ramai dikunjungi wisatawan dari luar daerah. “Jaringan internet membuka peluang promosi lebih luas, terutama untuk pariwisata dan ekonomi kreatif desa,” ujarnya.
Produk unggulan seperti kerajinan tangan dan kuliner khas desa kini semakin dikenal, didukung oleh sistem transaksi digital berbasis QRIS yang memudahkan wisatawan dalam bertransaksi. Dampak positif juga dirasakan oleh pelaku UMKM. Isnawati (31) melaporkan peningkatan omzet harian berkat koneksi internet yang lebih stabil dan biaya yang lebih terjangkau. Selain untuk usaha, akses internet juga dimanfaatkan untuk pendidikan keluarga dan pembuatan konten promosi di media sosial.
Sebelumnya, masyarakat masih bergantung pada sistem voucher internet dengan biaya tinggi dan kualitas jaringan yang terbatas. Di sektor pendidikan, konektivitas digital juga meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru dan siswa kini dapat mengakses materi daring, kelas virtual, hingga informasi beasiswa. Guru Matematika SMPN 4 Praya Barat, Nurahid, menyatakan bahwa internet membantu kelancaran proses belajar, termasuk pelaksanaan ujian berbasis digital. Siswa juga memanfaatkan akses internet di sekolah untuk mencari referensi tambahan setelah jam belajar.
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan, menegaskan bahwa Program Kampung Internet difokuskan pada penyediaan akses digital yang merata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. “Fokus akses diarahkan pada UMKM, rumah tangga, dan fasilitas publik di desa yang siap terhubung jaringan fiber optik,” jelasnya.
Selain infrastruktur, Kemkomdigi juga memperkuat pemberdayaan sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan penyerapan tenaga kerja lokal. Melalui skema Telcohub, masyarakat desa dilatih menjadi teknisi dan direkrut oleh penyedia layanan internet. Hingga 2025, Program Kampung Internet telah menghadirkan 1.282 titik akses di 22 desa, mencakup 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan 6 provinsi, termasuk NTB.
Program ini mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yaitu penetrasi broadband rumah tangga sebesar 50 persen, jangkauan fiber optik di 90 persen kecamatan, serta kecepatan internet hingga 100 Mbps pada 2029. Untuk memperkuat publikasi berbasis fakta lapangan, Direktorat Ekosistem Media, Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi menggelar kunjungan jurnalistik ke sejumlah lokasi Kampung Internet di NTB pada 21–23 April 2026. Kegiatan ini mengajak jurnalis nasional untuk melihat langsung implementasi program dan dampaknya bagi masyarakat desa.


















