Headline.co.id, Sleman ~ Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kapanewon Ngaglik bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sleman menyelenggarakan simulasi bencana di SD Negeri Sardonoharjo 1, Sleman, pada Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bencana dan memberikan edukasi evakuasi mandiri kepada siswa dan guru sejak dini.
Simulasi yang berlangsung dari pukul 06.30 hingga 09.00 WIB ini diawali dengan koordinasi intensif tim relawan dan pihak sekolah. Dalam pelaksanaannya, personel Tagana memberikan materi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) secara serentak di enam kelas siswa dan satu sesi khusus bagi tenaga pendidik. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis bencana, teknik penyelamatan diri, serta pentingnya menjaga ketenangan saat situasi darurat.
Puncak acara ditandai dengan simulasi gempa bumi yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Para siswa mempraktikkan prosedur evakuasi, mulai dari berlindung di bawah meja saat guncangan terjadi, hingga bergerak secara teratur menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditetapkan. Anggota Tagana Kabupaten Sleman, Ndaru Sigit, menegaskan bahwa pemahaman mitigasi harus menjadi bekal dasar bagi anak-anak agar tidak terjadi kepanikan saat bencana melanda.
“Melalui program Tagana Masuk Sekolah ini, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak bahwa bencana bisa terjadi kapan saja. Dengan pemahaman yang tepat, mereka tidak hanya tahu cara menyelamatkan diri, tetapi juga mampu tetap tenang dan sigap dalam situasi darurat,” ujar Ndaru.
Sebagai bentuk dukungan konkret bagi fasilitas sekolah, tim Tagana juga menyerahkan sejumlah rambu kebencanaan yang terdiri dari papan titik kumpul dan tanda jalur evakuasi. Selain itu, pihak sekolah menerima sertifikat sebagai simbol komitmen atas pelaksanaan edukasi kebencanaan. Kegiatan ini melibatkan 11 personel Tagana Sleman, di antaranya Sarjiman, Achmad Thoihan, Ch. Sulyanto, dan Andarini Kartikasari.




















