Headline.co.id, Padang ~ Pemulihan ekonomi di kawasan Koto Panjang Ikur Koto (KPIK), Padang, pascabanjir bandang akhir 2025, terus diintensifkan. Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan kini memusatkan perhatian tidak hanya pada bantuan dasar, tetapi juga pada upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat yang terdampak.
Kelurahan KPIK meningkatkan koordinasi lintas sektor dan pendataan warga sebagai langkah awal untuk memastikan bantuan dan program pemulihan tersalurkan secara tepat sasaran. Lurah KPIK, Doni, menyatakan bahwa proses konsolidasi masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah instansi teknis sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. “Saat ini kita terus melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan stakeholder lain. Secara bertahap, data warga terdampak kita input dan kita kirimkan ke instansi terkait seperti PUPR untuk persoalan perumahan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, hingga Dinas Koperasi dan UMKM,” ujar Doni, Jumat (29/5/2026).
Pendekatan lintas sektor ini dilakukan agar setiap persoalan yang dihadapi warga dapat ditangani secara lebih spesifik dan sesuai kewenangan masing-masing lembaga. Menurut Doni, tantangan pascabencana tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sandang dan pangan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan roda ekonomi masyarakat yang sempat terhenti dapat bergerak kembali.
“Paling penting saat ini bagaimana ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh akibat bencana bisa bangkit kembali secara bertahap. Kita terus memberikan motivasi kepada warga agar tetap semangat dan kembali membangun kehidupan mereka,” katanya. Oleh karena itu, pemulihan diarahkan tidak hanya pada perbaikan infrastruktur dan hunian, tetapi juga dukungan terhadap sektor pertanian, perikanan, hingga usaha mikro yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Kelurahan KPIK terus mendorong optimisme warga melalui slogan “KPIK Bangkit Pascabencana” yang digaungkan sebagai penguat semangat bersama menghadapi masa pemulihan. “Kita ingin masyarakat bangkit dari bencana dan mampu meraih kondisi ekonomi yang lebih baik ke depannya. Itu yang terus kita dorong bersama,” ujar Doni.
Bagi warga KPIK, proses pemulihan memang membutuhkan waktu. Namun, sinergi pemerintah, instansi teknis, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat kebangkitan kawasan yang terdampak banjir bandang tersebut. Dengan koordinasi yang terus diperkuat, pemulihan KPIK diarahkan tidak sekadar mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana, tetapi juga membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat agar lebih siap menghadapi tantangan di masa mendatang.




















