Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
BeritaKesehatanNasionalPemerintah

Obat Corona Ala Ningsih Tinampi, dr Joni Wahyudi: Obat Harus Diuji Melalui 2 Pendekatan

201
×

Obat Corona Ala Ningsih Tinampi, dr Joni Wahyudi: Obat Harus Diuji Melalui 2 Pendekatan

Sebarkan artikel ini
Obat virus Corona buatan praktisi tradisional Ningsih Tinampi. (Foto: Tangkapan layar Youtube Ningsih Tinampi)
Obat virus Corona buatan praktisi tradisional Ningsih Tinampi. (Foto: Tangkapan layar Youtube Ningsih Tinampi)

HeadLine.co.id (Surabaya) – Ningsih Tinampi dikabarkan menjual obat yang ia klaim dapat menyembuhkan Corona. Obat tersebut ia patok dengan harga Rp 35 ribu. Sementara itu, Ketua Gugus Penanganan Covid-19 Rumpun Kuratif, dr Joni Wahyudi menjelaskan bahwa suatu obat harus diuji melalui dua pendekatan.

“Jadi begini ada 2 pendekatan ilmiah dan non ilmiah untuk menentukan sebuah obat untuk menyembuhkan penyakit,” ucapnya pada Selasa (21/4).

Baca juga: Update Kasus WNI Pasien Positif Corona di Luar Negeri Selasa 21 April 2020: Meningkat 480 Orang, Tersebar di 29 Negara

Joni melanjutkan pendekatan ilmiah merupakan suatu penemuan obat tersebut harus melalui fase yang panjang.

Untuk pendekatan non-ilmiah, Joni menjelaskan terkadang obat tersebut memiliki efek samping. Tetapi pada prinsipnya, sebuah virus bisa sembuh sendiri.

Baca juga: Bocah 2 Tahun Asal Sukabumi Meninggal Pasca Minum Cairan Disinfektan

“Kalau non-ilmiah juga kadang-kadang ada efek sampingnya kadang tidak. Tetapi prinsipnya wabah virus di mana-mana bisa sembuh sendiri. Yang harus dimengerti virus itu self-limiting disease,” katanya.

Baca juga: Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan Puji Pelayanan PT KAI yang Sigap dan Preventif Dalam Mencegah Covid-19

Lebih lanjut ia menjelaskan jika virus tersebut masuk ke orang dengan risiko, orang usia tua serta orang dengan sistem imun lemah dan memiliki penyakit kronis maka akan menjadi masalah.

“Virus bersifat self-limiting disease, maka terkadang seseorang yang kena virus lalu diberi obat akan sembuh sendiri. Kemudian dinilai obat tersebut dapat menyembuhkan,” tuturnya.

Baca juga: Pimpinan Laboratorium Wuhan Buka Suara Terkait Tuduhan Asal Virus Corona

Ia menambahkan bahwa obat medis perlu syarat-syarat tertentu yang melalui teori yang bisa diterima.

“Lalu percobaan di laboratorium, kemudian dicoba di binatang, baru bisa di coba di pasien,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *