Headline.co.id, Lhokseumawe ~ Penguatan sinergi antar unit di Kementerian Keuangan di daerah menjadi faktor penting dalam mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas dan berorientasi ekspor. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Joint Programme, Pengembangan UMKM, dan Sinergi Kemenkeu Satu yang berlangsung di Lhokseumawe pada Kamis, 16 April 2026.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Aceh sekaligus Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, M. Rizki Baidillah, menekankan pentingnya pengembangan sinergi antarunit dari sekadar koordinasi menjadi sistem terintegrasi yang memberikan dampak nyata. “Kalau pasar sudah jelas, UMKM akan lebih percaya diri meningkatkan kapasitas produksinya,” ujarnya.
Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Bambang Sutarjo, menambahkan bahwa potensi UMKM di Lhokseumawe dan sekitarnya sangat besar, namun kontribusi terhadap ekspor belum optimal. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh pembinaan yang masih parsial dan belum terintegrasinya data UMKM lintas instansi. “Selama ini tantangan utama adalah pembinaan yang belum terorkestrasi. Ini yang coba kita jawab melalui penguatan sinergi Kemenkeu Satu,” jelasnya.
Bambang menjelaskan bahwa Bea Cukai Lhokseumawe kini memperkuat perannya sebagai fasilitator perdagangan melalui pendekatan Agen Fasilitas Kepabeanan. Pendekatan ini mencakup profiling, klasterisasi kesiapan ekspor, pembinaan teknis, hingga monitoring berkelanjutan. Selain itu, pembentukan ekosistem terstruktur melalui One Data UMKM, Joint Klinik Ekspor, serta penyusunan UMKM Export Pipeline dari hulu hingga hilir juga didorong. “Tujuannya agar intervensi tidak lagi sporadis, tetapi berbasis data dan berdampak nyata. Kita ingin lebih banyak UMKM yang benar-benar siap ekspor,” tambah Bambang.
Melalui forum ini, diharapkan Kemenkeu Satu Lhokseumawe dapat membangun model sinergi yang lebih konkret dan berkelanjutan, tidak hanya pada level koordinasi, tetapi juga implementasi program yang memberikan dampak langsung bagi perekonomian daerah.




















