Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan bahwa layanan telekomunikasi dan internet di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, tetap berfungsi selama proses restorasi kabel laut Palapa Ring segmen Tahuna–Melonguane. Restorasi ini dilakukan untuk memastikan konektivitas tetap terjaga di wilayah tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, Kemkomdigi melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) meningkatkan kapasitas bandwidth hingga 50–150 Megabyte per second (Mbps) pada 154 titik akses layanan yang menggunakan jaringan Satelit Republik Indonesia (Satria). Langkah ini diambil untuk memastikan keberlangsungan layanan komunikasi, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.
Kemkomdigi juga terus berkoordinasi dengan operator seluler untuk memastikan konektivitas pada berbagai layanan publik dan objek vital tetap berfungsi selama proses pemulihan infrastruktur berlangsung. Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Indra Maulana, menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan keberlangsungan layanan masyarakat sambil mengawal proses restorasi kabel laut. “Kami memastikan layanan tetap berjalan optimal,” ujar Indra Maulana di Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2026).
Proses restorasi menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan, termasuk kondisi cuaca laut yang dinamis dan lokasi pekerjaan yang dekat dengan koridor kabel laut aktif segmen Ondong Siau–Tahuna. Hal ini mengharuskan seluruh pekerjaan dilakukan dengan tingkat presisi tinggi. Tim teknis juga menghadapi kontur dasar laut yang curam dan didominasi batuan, sehingga identifikasi serta penanganan kabel memerlukan kehati-hatian ekstra.
Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI, Darien Aldiano, menyatakan bahwa seluruh tim tetap bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan jaringan meski menghadapi berbagai kendala teknis. “Kami berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai target,” kata Darien.
Dengan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan, target penyelesaian pekerjaan dan jadwal Ready For Service (RFS) yang semula direncanakan pada periode 28 Mei hingga 2 Juni 2026 disesuaikan hingga 6 Juni 2026. Kemkomdigi menegaskan akan terus mengawal proses restorasi hingga tuntas guna memastikan masyarakat di Sangihe dan Sitaro tetap memperoleh akses komunikasi dan layanan digital yang andal sebagai bagian dari upaya pemerataan konektivitas di wilayah perbatasan Indonesia.





















