Headline.co.id, Padang ~ Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) telah meluncurkan program Pantau Sumbar menuju Sumbar 2045 yang berfokus pada skrining kekerasan terhadap anak. Program ini berlangsung dari Juli hingga Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk menanggapi rendahnya pelaporan kasus kekerasan anak yang baru mencapai sekitar 10 persen pada sistem SIMPONI PPA.
Herlin Sridani, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumbar, menyatakan bahwa Pemprov Sumbar memperkuat jejaring pelaporan dan penjangkauan komunitas untuk mengatasi fenomena gunung es kasus kekerasan. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelaporan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak,” ujar Herlin pada Festival Anak Sumatra Barat di Istana Gubernur Sumbar, Padang, Minggu (26/7/2026).
Selain peluncuran program skrining, peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Sumbar ini juga menjadi ajang penyampaian 15 poin Suara Anak Sumatra Barat yang akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan daerah. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi anak-anak dalam proses penyusunan kebijakan publik. Pemprov Sumbar juga mendorong percepatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di seluruh kabupaten dan kota. “Kami ingin memastikan setiap anak memiliki identitas yang sah,” kata Mahyeldi.
Rini Handayani, Plt Deputi Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, menyoroti pentingnya pengasuhan positif di tengah tantangan era digital, seperti risiko kekerasan daring dan isolasi sosial akibat penggunaan gawai berlebihan. Menurutnya, nilai filosofi Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah menjadi landasan moral yang kuat dalam membina karakter anak.
Festival Anak Sumbar 2026 ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti Panggung Ekspresi Forum Anak, penyerahan penghargaan anak inspiratif, lomba Sehari Tanpa Kekerasan Bersama Keluarga, lomba Kurung Anak Masuk Surau, hingga seminar ketahanan mental bagi orang tua. (adp/hm/Diskominfotik Sumbar)















