Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menekankan pentingnya reintegrasi narapidana terorisme (napiter) melalui pembekalan keahlian sebagai bagian dari proses pembinaan sebelum mereka kembali ke masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala BNPT, Komjen Eddy Hartono, saat menerima kunjungan kerja dari jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di Kantor BNPT pada Selasa, 14 April 2026.
Komjen Eddy Hartono menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk membekali napiter dengan keterampilan praktis yang dapat mereka gunakan setelah menyelesaikan masa hukuman. “Kami ingin memastikan bahwa para napiter memiliki keterampilan yang dapat membantu mereka berintegrasi kembali ke masyarakat,” ujar Kepala BNPT. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperlihatkan langsung proses pembinaan yang dilakukan BNPT terhadap para napiter.
Mayoritas penghuni Lapas Kelas II B Sentul saat ini adalah napiter yang sedang menjalani sisa masa hukuman sekitar satu hingga dua tahun. Komjen Eddy Hartono menilai kunjungan BNN ini sebagai bentuk nyata sinergi antarinstansi dalam menangani isu keamanan nasional. “Sinergi ini penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, memberikan apresiasi terhadap pola pembinaan yang diterapkan oleh BNPT. Menurutnya, pendekatan ini mampu mengubah pola pikir warga binaan melalui peningkatan produktivitas. “Pendekatan ini sangat efektif dalam membantu warga binaan menjadi lebih produktif,” terang Kepala BNN.
Kolaborasi BNPT dan BNN diharapkan dapat semakin diperkuat untuk mendukung upaya menciptakan Indonesia yang aman dan tangguh dari ancaman terorisme maupun narkotika. (ndt/hn/rs)








