Headline.co.id, Batang ~ Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memperkenalkan inovasi digital berupa antrean online yang memudahkan peserta dalam mengakses layanan. Mulai 1 April 2026, layanan yang dikenal dengan nama Lapak Asik ini memungkinkan peserta mencairkan dana tanpa harus mengantre di kantor cabang. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batang, Agus Suyono, saat ditemui di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batang, Kabupaten Batang, Selasa (14/4/2026).
Pembaruan sistem ini memberikan kepastian jadwal kedatangan bagi peserta, yang dapat mengatur waktu kunjungan sesuai slot yang dipilih melalui laman resmi layanan tersebut. “Bahkan, sistem ini memfasilitasi metode pengajuan klaim secara daring penuh bagi yang tidak bisa datang ke kantor. Peserta dapat memilih proses verifikasi tatap muka melalui fasilitas video call pada gawai secara langsung,” jelas Agus Suyono.
Pemanfaatan teknologi ini merupakan komitmen lembaga dalam merespons kebutuhan masyarakat. Dengan adanya antrean online, peserta tidak perlu lagi menunggu lama. Semua sudah terjadwal dengan jelas, sehingga proses layanan menjadi lebih tertib dan efisien.
Lapak Asik tidak hanya untuk pengajuan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM), tetapi juga melayani konsultasi hingga pengaduan terkait program jaminan sosial. “Proses pengajuannya pun dirancang sangat sederhana. Peserta cukup mengakses situs web resmi, lalu mengisi data dasar seperti nomor Kartu Peserta Jamsostek (KPJ), NIK, nama lengkap, dan alamat email,” terangnya.
Setelah itu, peserta wajib melengkapi nomor telepon, rekening bank, serta mengunggah dokumen persyaratan utama seperti KTP dan kartu peserta. “Jika seluruh tahapan tersebut tuntas, sistem secara otomatis akan mengirimkan barcode antrean. Bukti antrean beserta estimasi waktu pelayanan ini akan dikirim melalui pesan singkat atau email terdaftar,” ujar Agus Suyono.
Lapak Asik dihadirkan agar proses pencairan dana tunai yang merupakan akumulasi iuran peserta ini menjadi jauh lebih transparan dan efisien. BPJS Ketenagakerjaan berharap, kemudahan ini membuat semakin banyak peserta beralih memanfaatkan layanan digital secara mandiri dari mana saja. “Ke depan, pengembangan layanan berbasis digital akan terus dilakukan guna menghadirkan sistem pelayanan yang semakin modern, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pekerja di era saat ini,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Jumadi)



















