Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Monitoring biofisik dianggap sebagai alat penting dalam mengevaluasi kondisi habitat, memantau populasi biota laut, dan mengukur kualitas lingkungan perairan secara berkala. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, menegaskan bahwa data yang dihasilkan dari kegiatan ini akan menjadi dasar ilmiah dalam pengambilan kebijakan pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan serta menjadi tolok ukur efektivitas pengelolaan kawasan konservasi.
Menurut Aryanto, monitoring biofisik juga berfungsi sebagai sistem deteksi dini terhadap berbagai ancaman lingkungan di wilayah pesisir dan laut. Ancaman tersebut meliputi kerusakan habitat, tekanan akibat aktivitas manusia, hingga dampak nyata dari perubahan iklim. “Data hasil monitoring menjadi landasan dalam penyusunan langkah-langkah pengelolaan berbasis ilmiah, termasuk evaluasi zonasi kawasan konservasi, penyusunan program rehabilitasi ekosistem, serta penguatan pengawasan pada lokasi yang mengalami penurunan kondisi biofisik,” ujar Aryanto setelah melakukan monitoring biofisik di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Teluk Gorontalo yang berlokasi di Perairan Desa Biluhu Timur, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (30/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, data taktis tersebut juga berfungsi sebagai bukti ilmiah utama untuk memenuhi indikator penilaian Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (EVIKA) di tingkat nasional. Kepala Bidang PRL dan PSDKP sekaligus Kepala SUOP KKPD Teluk Gorontalo, Fahrul Ulum Amlain, menyatakan bahwa data tersebut mencakup penilaian dari aspek proses, output, hingga outcome. “Data tersebut membuktikan pelaksanaan monitoring berkala sesuai standar operasional prosedur, menghasilkan informasi spasial dan tren kondisi ekosistem, serta menjadi indikator keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi melalui peningkatan kesehatan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya perikanan,” kata Fahrul.
Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo menggelar monitoring biofisik di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Teluk Gorontalo yang berlokasi di Perairan Desa Biluhu Timur, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Aryanto Husain bersama Tim Kerja Pengelolaan Ruang Laut Bidang PRL dan PSDKP, serta Satuan Unit Organisasi Pengelola (SUOP) Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo. Pemantauan dilakukan menggunakan metode ilmiah seperti Line Intercept Transect (LIT), Underwater Photo Transect (UPT), Underwater Visual Census (UVC), serta pengukuran kualitas air lapangan dan laboratorium.




















