Headline.co.id, Padang ~ Pada awal tahun 2026, Kota Padang mencatatkan pencapaian positif dalam sektor investasi. Sepanjang Triwulan I, realisasi investasi di kota ini mencapai Rp643,6 miliar, menandakan peningkatan kepercayaan investor dan aktivitas ekonomi yang semakin kuat. Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang menunjukkan bahwa total investasi yang masuk mencapai Rp643.629.798.126. Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp524 miliar, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang sekitar Rp119 miliar.
Fauzan Ibnovi, Kepala DPMPTSP Kota Padang, menyatakan bahwa arus modal yang masuk ke Padang sebagian besar terfokus pada sektor jasa dan layanan, yang merupakan tulang punggung ekonomi kota. “Jika dilihat dari sektornya, investasi di Kota Padang didominasi oleh sektor tersier dengan kontribusi mencapai 96,24 persen dari total modal yang masuk,” ujar Fauzan pada Kamis (28/5/2026). Sektor sekunder menyumbang 4,66 persen, sementara sektor primer hanya 0,11 persen. Investasi terbesar mengalir ke sektor konstruksi, diikuti oleh transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, hotel dan restoran, serta berbagai sektor jasa dan perdagangan lainnya.
Dominasi sektor jasa ini menunjukkan bahwa Padang tidak hanya berkembang sebagai pusat perdagangan dan layanan di Sumatra Barat, tetapi juga semakin menarik bagi investasi yang mendukung pertumbuhan kawasan perkotaan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kota Padang tidak hanya didorong oleh modal skala besar. Aktivitas usaha mikro dan pelaku ekonomi lokal juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga April 2026, DPMPTSP telah menerbitkan 1.548 Nomor Induk Berusaha (NIB), yang mayoritas berasal dari usaha mikro berisiko rendah skala perorangan.
Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah dengan penerbitan NIB tertinggi, yaitu sebanyak 392 NIB, diikuti oleh Kecamatan Kuranji dengan 232 NIB dan Lubuk Begalung sebanyak 156 NIB. Jenis usaha yang paling banyak berkembang adalah perdagangan eceran tradisional dan kedai makanan. “Ini membuktikan bahwa sektor kuliner dan perdagangan tradisional masih menjadi urat nadi ekonomi masyarakat Padang,” kata Fauzan.
Data tersebut menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi Padang tumbuh secara berlapis, dengan investasi besar berjalan berdampingan dengan penguatan usaha masyarakat. Untuk menjaga momentum ini, Pemerintah Kota Padang terus memperkuat kemudahan layanan investasi dan perizinan melalui sistem terintegrasi di Mal Pelayanan Publik (MPP). Fauzan menambahkan bahwa kemudahan akses perizinan diharapkan dapat mempercepat legalitas usaha sekaligus meningkatkan minat investor untuk menanamkan modalnya di Kota Padang. Upaya ini sejalan dengan Program Unggulan “Padang Melayani” yang menempatkan kemudahan investasi dan berusaha sebagai salah satu prioritas pelayanan publik.
“Dengan terus meningkatnya kualitas layanan perizinan, para investor akan semakin bergairah menanamkan modalnya di Kota Padang,” ujarnya. Pemerintah daerah berharap tren investasi yang terus tumbuh dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan aktivitas usaha hingga penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.








