Headline.co.id, Banyuwangi ~ Agrowisata Tamansuruh (AWT) di Banyuwangi kembali menggelar acara Senja di AWT mulai 30 Mei hingga 7 Juni 2026. Berbagai atraksi telah disiapkan untuk menarik wisatawan yang berlibur di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Hartono, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, menjelaskan bahwa Agrowisata Tamansuruh terletak di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut, menawarkan udara sejuk dengan latar belakang Gunung Ijen dan pemandangan Selat Bali.
Acara Senja di AWT rutin diadakan setiap akhir pekan, dari Jumat hingga Minggu di awal bulan. Pengunjung dapat menikmati suasana sore di lereng gunung sambil menikmati kuliner dan menyaksikan pertunjukan seni serta budaya lokal. “Untuk menambah daya tarik, panitia juga menyiapkan hiburan musik akustik, atraksi bela diri, hingga layanan terapi pijat,” ujar Hartono pada Kamis (28/5/2026).
Rangkaian acara dimulai dengan lomba fashion on the street pada 30 Mei, yang ditujukan untuk pelajar tingkat TK, SD, dan SMP. Kegiatan ini memberikan ruang bagi anak-anak dan pelajar yang tertarik mengembangkan bakat di bidang fesyen. Agenda lainnya termasuk workshop batik dan lomba mewarnai pada 31 Mei, Workshop Flower Frame, festival melukis, dan custom bike show pada 1 Juni, serta seni jaranan dan workshop smok kain pada 2 Juni.
Pada 3 Juni, pengunjung dapat mengikuti workshop makrame dan lomba layangan hias. Selanjutnya, Gesah Sastra-Budaya akan digelar pada 4 Juni, pertunjukan tari gandrung pada 5 Juni, dan seni bela diri Pencak Sumping pada 6–7 Juni. “Seluruh rangkaian agenda tersebut dibuka pukul 15.00–21.00 WIB,” tambah Hartono.
Hartono menekankan bahwa Senja di AWT bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mendukung pelaku seni, UMKM, dan ekonomi kreatif agar terus berkembang. “AWT bisa jadi alternatif destinasi untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga. Sepekan ini kita siapkan paket wisata komplet. Pengunjung bisa menikmati pertunjukan seni budaya, lomba fashion, aneka workshop, hingga berburu kuliner tradisional,” jelasnya. (*)





















