Berkaca dari Tiongkok, Masyarakat Indonesia Harus Tunda Mudik Tahun Ini

  • Whatsapp
Ilustrasi Mudik lebaran lewat jalur darat di Gerbang Tol Palimanan. (Foto: Antara)
Ilustrasi Mudik lebaran lewat jalur darat di Gerbang Tol Palimanan. (Foto: Antara)

HeadLine.co.id, (Nasional) – Wabah virus Corona (Covid-19) yang tengah melanda Indonesia, kini telah memasuki fase lonjakan jumlah pasien yang terinfeksi positif virus tersebut.

Ditambah lagi masyarakat Indonesia sebentar lagi akan merayakan Lebaran Idul Fitri dimana tradisi lebaran tersebut adalah mudik. Perjalanan mudik ini akan melibatkan ratusan juta orang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain

Read More

Baca juga: Pasien Sembuh Dari Corona di Jatim Bertambah

Hal ini sungguh mengkhawatirkan, banyak pihak yang menilai kalau mudik justru akan menyebabkan ledakan penyebaran virus Coronanya.

Seperti pada tahun 2019, untuk wilayah Jabodetabek saja, ada 14,9 juta orang yang mudik ke kampung halaman. Contohnya di Jawa Tengah ada 5,61 juta orang yang mudik, disusul Jawa Barat ada 3,7 juta orang, dan Jawa Timur, 1,66 juta orang.

Baca juga: Masyarakat Diimbau Gunakan Masker Kain Guna Cegah Corona

Masalahnya, kini Jabodetabek menjadi daerah dengan paparan yang tertinggi virus Corona disusul Jawa Barat. Jika tetap akan mudik, maka mereka berpotensi menularkan virus tersebut ke wilayah yang saat ini tidak ada kasus virus Corona.

Berkaitan dengan hal ini, pemerintah belum mengeluarkan larangan mudik pada masa lebaran. Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyatakan nantinya para pemudik akan berstatus orang dalam pemantauan (ODP).⠀

Baca juga: Obat Corona Ditemukan di Pontianak? Berikut Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat

Jika tetap hendak memaksakan diri mudik, konsekuensinya para pemudik harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari serta diawasi pemerintah daerah tempat tujuan mudik.

Atas permasalahan ini, sebenarnya kita dapat berkaca dari Tiongkok. Virus Corona pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok. Pada saat bersamaan perayaan Imlek sedang berlangsung banyak diantara penduduk Tiongkok yang mudik saat perayaan hingga akhir perayaan tersebut.

Baca juga: Positif Corona, Dokter Klub Liga 1 Prancis Stade de Reims Bunuh Diri

Tercatat pada tanggal 20 Januari 2020, jumlah pasien positif corona di Tiongkok masih terkonsentrasi di Wuhan dengan jumlah pasiennya sebanyak 278. Akan tetapi, pada akhir perayaan Imlek, jumlah ini melonjak tajam menjadi 72.568 kasus terjangkit positif virus ini.

Hingga kini, jumlah penyebaran virus Corona dari Wuhan terus melonjak naik ke berbagai penjuru dunia. Bahkan Pemerintah Tiongkok terpaksa mengeluarkan kebijakan lock-down dan bergerak cepat membangun rumah sakit darurat karena keterbatasan rumah sakit disana.

Baca juga: Update Terbaru Covid-19 di Indonesia Senin 6 April 2020: Jumlahnya Meningkat Menjadi 2.491 Kasus

Kembali ke tanah air, hal ini tentu menjadi masalah besar jika masyarakat Indonesia tetap memaksakan mudik lebaran. Jika mudik tetap terlaksana, apakah kita siap menanggung risikonya? Pilihan ada pada kita dan pemerintah harus tegas akan hal ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *