Main Air Tengah Malam di Parangtritis, Dua dari Tujuh Mahasiswa Terseret Ombak Hilang

  • Whatsapp
Ilustrasi Gambar orang terseret ombak di Pantai
Ilustrasi Gambar orang terseret ombak di Pantai. (Dok: Bengkulunews)

Headline.co.id (Jogja) ~ Satu dari tujuh mahasiswa yang bermain air di Pantai Parangtritis, Bantul, DIY tersebut tewas, sedangkan satu masih dalam proses pencarian tim SAR gabungan.

Ali Selaku Anggota SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis menyampaikan kejadian tersebut berawal saat delapan orang mahasiswa asal luar daerah berkunjung kepantai pada Sabtu (8/2) sekitar pukul 23.00 WIB.

baca juga : Parangtritis, Pesona Wisata Pantai di Jogja

Menurutnya, Mereka datang menggunakan kendaraan sepeda motor dan ngobrol dipingir pantai. tujuh dari delapan orang itu berinisiatif bermain air di pantai malam-malam. ketuju mahasiswa tersebut bermain air di dekat palung sehingga menyebabkan mereka terseret ke tengah.

“Ada seorang anggota SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis. Selanjutnya, tim SAR langsung berupaya menolong tujuh orang tersebut”, Ujarnya.

Tujuh orang itu adalah Gabriel Zefanya Gerungan (18), Leonardo Manihuruk (20), Fazar Hosea Napitupulu (18), Dante Levi (19), Kevin Hasiholand (18), Jeven Samuel Rendawa (20), dan Eagan Chang Wen Tan (20). Sedangkan Muhammad Windi (20), memilih untuk tidak berenang di malam hari.

baca juga :

Dari tujuh orang yang terseret ombak, lima orang yang berhasil diselamatkan yakni Gabriel, Leonardo, Fazar, Dante, dan Kevin. Sedangkan dua orang yang hilang adalah Jeven dan Eagan.

Setelah tim SAR melakukan pencarian akhirnya satu ditemukan di (Pantai) Parangkusumo, tepatnya sekitar 500 meter dari TKP dengan kondisi sudah meninggal.

Selanjutnya, jenazah Eagan langsung dievakuasi ke posko untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit. Sedangkan untuk Jeven hingga saat ini belum ditemukan.

baca juga : Lima Rekomendasi Kuliner Malam di Yogyakarta

“Masih satu (Jeven) yang belum ketemu, ini nanti nunggu sampai siang, kalau belum ketemu kami lakukan penyisiran darat. Terus kalau memungkinkan, kami nanti akan pakai perahu juga untuk mencarinya,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *