by

Asahan Gelar Seminar Nasional Sedimentasi Dua Sungai, Walid: Dibutuhkan Perencanaan Matang

HeadLine.co.id, (Kisaran) – Bertempat di Hotel Sabty Garden Kisaran, Senin (3/1/2020) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjung Balai mengadakan Seminar Nasional tentang Sedimentasi di Sungai Asahan dan Sungai Silau.

Turut hadir dalam acara ini Bupati Asahan H. Surya Bsc, Perwaklian Polda Sumatera Utara, dan para narasumber yang memiliki kompetensi dibidang Pariwisata.

Dalam seminar kali ini mulai dari narasumber yang termuda Walid Dalimunthe selaku Konsultan Pariwisata Berkelanjutan, Profesor Tan Kamelo Ahli Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Profesor Darma Bakti Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) USU, serta Moderator pada seminar kali ini dipandu langsung oleh Profesor Rauf.

Seminar ini dibuka oleh Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara dalam hal ini diwakili oleh Dirkrimsus Poldasu, Kombes Pol Roni Samtana. Roni menjelaskan persoalan sedimentasi di sungai merupakan tanggungjawab negara.

“Persoalan ini negara harus segera mengatasinya. Dan sudah saatnya sedimentasi ini harus dicari solusinya,” ujar Roni dihadapan seluruh peserta yang melibatkan dua daerah beserta Forkopimda.

Bupati Asahan, H Surya BSc juga menyebutkan bahwa kondisi sedemintasi sangat berdampak buruk bagi daerah sekitarnya. Tentunya dengan sedimentasi tersebut Sungai secara otomatis menjadi dangkal.

Akibat dangkal tentunya akan berdampak banjir sehingga merusak Infrastruktur. Selain itu berdampak timbulnya penyakit dan hal lainnya.
“Kita harapkan seminar ini dapat mengeluarkan solusi dan berdampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Surya.

Sementara itu, inisiator kegiatan, Pebriandi Saragih yang juga sebagai legislator Asahan dari Gerindra menyebutkan persolan sedimentasi harus dibahas dan dicari solusinya.

Walid Dalimunthe selaku Narasumber juga mengatakan Sungai Asahan memiliki potensi dan daya saing yang kuat sebagai destinasi wisata unggulan karena merupakan pintu masuk bagi wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara, posisi strategis dekat dengan pengembangan DPN, KSPN, dan termasuk dalam KSPP.

“Usaha untuk mengembangkan potensi wisata belum maksimal dan menyeluruh. Karenanya diperlukan perencanaan yang terpadu didasari oleh data, keterangan dan fakta” ungkap Walid

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed