Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
BeritaEkonomiNasional

Menparekraf Sandiaga Uno: Para Santri Di Semarang Diharapkan Terapkan Strategi Green Ocean dalam Usaha Mereka

1451
×

Menparekraf Sandiaga Uno: Para Santri Di Semarang Diharapkan Terapkan Strategi Green Ocean dalam Usaha Mereka

Sebarkan artikel ini
Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi santri pelaku UMKM dalam acara Launching Santripreneur dan Pengukuhan DPAC FKPp se-Kota Semarang di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi santri pelaku UMKM dalam acara "Launching Santripreneur dan Pengukuhan DPAC FKPp se-Kota Semarang" di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang, Sabtu (4/11/2023).

Menparekraf Sandiaga Uno: Para Santri Di Semarang Diharapkan Terapkan Strategi Green Ocean dalam Usaha Mereka ~ Headline.co.id (Semarang). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno telah memberikan inspirasi dan dorongan kepada para santri di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang, untuk mengadopsi strategi “green ocean” guna membangun usaha yang berkualitas dan berkelanjutan.

Baca juga: DKI Jakarta Raih Gelar Juara Umum Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) XI

Menparekraf Sandiaga Uno melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan dalam rangka acara “Launching Santripreneur dan Pengukuhan DPAC FKPP se-Kota Semarang” yang berlangsung pada Sabtu, 4 November 2023. Acara tersebut menghadirkan santri pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Semarang.

Dalam kesempatan ini, Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan konsep strategi “green ocean” sebagai upaya para pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi dengan meningkatkan nilai tambah produk mereka. Menparekraf menekankan pentingnya berfokus pada peningkatan kualitas produk dan layanan daripada bersaing dengan menurunkan harga, yang disebut sebagai “strategi red-ocean” atau samudra merah.

Baca juga: Menteri Agama Ajak Umat Islam Salat Gaib dan Doakan Palestina

“Pesan saya jangan berkompetisi dengan menurunkan harga. Itu namanya strategi red-ocean atau samudra merah. Mari kita berkolaborasi dengan meningkatkan nilai tambah produk kita. Sehingga memperluas pasar. Itulah yang disebut sebagai strategi green ocean. You can do it,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

BIJI18 BIJI18 BIJI18

Selain kolaborasi, inovasi, dan adaptasi juga menjadi kunci keberhasilan para santri yang ingin menjadi wirausaha yang resilien. Inovasi tersebut mencakup digitalisasi dan kemampuan para santri dalam menggabungkan iman dan takwa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menparekraf juga mendorong para santri untuk melakukan adaptasi dengan mengikuti tren terkini dalam hal-hal yang positif. Mereka dapat mengadopsi ilmu agama yang telah dipelajari di pesantren sebagai landasan untuk mencapai kemaslahatan negeri.

Baca juga: Dukungan Lintas Agama untuk Palestina: Monas Teriakkan Keadilan

“Ini adalah landasan para santri untuk menjadi santripreneur yang membangun ekonomi bangsa. Sehingga kita berorientasi bukan mencari lapangan kerja tapi menciptakan lapangan kerja,” kata Sandiaga Uno.

Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, juga memberikan wawasan berharga. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kadin Kota Semarang, saat ini adalah waktu yang tepat untuk membangun usaha, terutama dalam sektor UMKM. Pertumbuhan digitalisasi yang pesat telah mengubah arah ekonomi, mendorong peralihan dari ekonomi menengah ke bawah. Hal ini memberikan peluang besar bagi UMKM untuk memperbesar skala usahanya.

Baca juga: BPBD Tuban Ingatkan Warga Waspada Hadapi Bahaya Angin Puting Beliung

“Kunci utamanya adalah konsistensi dan ketekunan. Segala sesuatu yang dilakukan dengan konsisten dan tekun akan menghasilkan hasil yang baik,” ujar Arnaz.

Pada acara ini, Menparekraf didampingi oleh Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi, dan Radio Kemenparekraf, Iman Santosa, serta Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Agustin Peranginangin.

Tak hanya itu, acara ini turut dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Dr. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Ketua Muslim Trade Center Jawa Tengah, Kukrit Suryo Wicaksono, Ketua DPC FKPP Kota Semarang, Samsuddin, dan para tamu undangan. Semua hadir dengan semangat untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Semarang.

Baca juga: Mahfud MD Berharap MKMK Berikan Keputusan Terbaik Untuk Demokrasi di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *