Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
EkonomiPemerintah

Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia di Ibu Kota Nusantara

237
×

Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia di Ibu Kota Nusantara

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo secara resmi melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk memulai pembangunan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia di Ibu Kota Nusantara
Presiden Joko Widodo secara resmi melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk memulai pembangunan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia di Ibu Kota Nusantara. Foto: BPMI Setpres/Vico

Headline.co.id (Kalimantan Timur) ~ Hari Kamis ini menjadi momen bersejarah ketika Presiden Joko Widodo secara resmi melakukan peletakan batu pertama untuk memulai pembangunan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengungkapkan keyakinannya bahwa proyek ini akan menjadi pilar penting dalam meningkatkan kepercayaan publik dan dunia usaha terhadap IKN serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.

Baca juga: KORPRI Polri Polda DIY Berikan Harapan di Tengah Kekeringan Di Purwosari Gunungkidul

“Keberadaan gedung perkantoran Bank Indonesia di IKN ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, dunia usaha, dan investor karena otoritas moneter, perbankan, dan sistem pembayaran telah ada dan siap mendukung pengembangan IKN, siap mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Selain memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi, pembangunan kompleks perkantoran tersebut juga dianggap sebagai wujud nyata kesungguhan, komitmen, dan kesiapan pemerintah dalam membangun Ibu Kota Nusantara sebagai ibu kota berkelas dunia.

Baca juga: Masyarakat Kalurahan Giripurwo Bersatu dalam Salat Istisqa Memohon Hujan

Dalam penjelasannya, Presiden Jokowi juga memaparkan alasan di balik pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara. Menurutnya, pemindahan tersebut merupakan langkah penting untuk mengurangi beban Pulau Jawa yang telah lama terbebani oleh tingginya jumlah penduduk dan perputaran ekonomi.

“Kita perlu yang namanya pemerataan, baik pemerataan pembangunan, pemerataan ekonomi, pemerataan infrastruktur. Oleh sebab itu, sejak Presiden pertama Bung Karno sudah memiliki gagasan dan rencana untuk memindahkan ibu kota. Pak Harto juga sama ingin memindahkan ibu kota dari Jakarta,” jelasnya.

Baca juga: WhatsApp Dapatkan Izin Sebagai Platform Social Commerce: Langkah Adil untuk Dunia Bisnis

Presiden Jokowi juga menyambut baik perkembangan sektor swasta yang mulai berinvestasi di IKN setelah pemerintah memulai pembangunan Istana Presiden dan kantor-kantor pemerintahan di kawasan tersebut. Menurutnya, hingga akhir Desember tahun ini, realisasi investasi di IKN diprediksi mencapai angka mencengangkan, yaitu sebesar Rp45 triliun.

“Hitungan kita sampai Desember nanti total Rp45 triliun akan memulai pekerjaannya di Ibu Kota Nusantara. Ada lima hotel yang akan segera dibangun: empat bintang lima, satu bintang empat. Ada empat rumah sakit yang juga sudah segera dimulai, dan juga sekolah,” ungkapnya.

Baca juga: Aplikasi Srikandi Mempermudah Pengelolaan Administrasi Surat Menyurat di Kabupaten Lumajang

Pembangunan di IKN didanai oleh 20 persen anggaran pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk infrastruktur dasar dan bangunan-bangunan pemerintah. Sementara sisanya, yaitu 80 persen, akan ditawarkan kepada sektor swasta dan dunia usaha melalui skema public private partnership (PPP).

Presiden Jokowi juga didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi dalam peninjauan proyek bersejarah ini, termasuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Pj. Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik, dan Pj. Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun.

Baca juga: Kesiagaan Kota Yogyakarta Hadapi Lonjakan Kasus Cacar Monyet

Dengan dimulainya pembangunan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Ibu Kota Nusantara semakin mendekati realitas sebagai ibu kota baru yang akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerintahan Indonesia di masa depan. Proyek ini tidak hanya memperkuat posisi IKN sebagai pusat perekonomian baru, tetapi juga menandai komitmen serius pemerintah untuk mencapai visi pemindahan ibu kota yang telah lama dinantikan oleh masyarakat.

Baca juga: Wantannas Bahas Pemanfaatan Teknologi AI Untuk Percepat Sertifikasi Halal di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *