Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
Politik

Gibran Rakabuming Raka: Dilema Politik PDI-Perjuangan

1
×

Gibran Rakabuming Raka: Dilema Politik PDI-Perjuangan

Sebarkan artikel ini

Headline.co.id (Jakarta). Setelah pengumuman Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024, politik Indonesia semakin memanas. Namun, tidak hanya pihak oposisi yang merasa terkejut, PDI Perjuangan, partai asal Gibran, juga merasa terguncang oleh keputusan tersebut.

Baca juga: Temui Relawan di Jogja, Mahfud MD Soroti Dua Isu Krusial yang Warnai Indonesia

Gibran, anak dari Presiden Joko Widodo, sebelumnya merupakan kader PDI-Perjuangan. Namun, sikap politiknya yang tampaknya berbelok membuat partai banteng itu harus merespons dengan hati-hati. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai status Gibran di partai tersebut. Meskipun begitu, kehadiran pasangan Prabowo-Gibran dalam kontestasi politik menghasut semangat PDIP untuk memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud MD.

“PDI Perjuangan ini Partai Banteng. Semakin ditekan semakin semangat. Munculnya Prabowo-Gibran justru akan menjadi kontrasting dengan Ganjar-Mahfud MD,” ujar Hasto.

Hasto melihat bahwa partai yang mengusung pasangan Ganjar-Mahfud, seperti PDIP, PPP, Perindo, dan Hanura, semakin bersemangat untuk menyatukan kekuatan guna memenangkan kandidat mereka. “Semangat rawe-rawe rantas, malang-malang putung kini bergelora dengan keyakinan satyam eva jayate,” katanya.

Baca juga: Kalah 4-1 dari Persib Bandung, PSS Sleman Siap Beri Kejutan di Putaran Kedua

PDIP meyakini bahwa politik harus bergerak dengan ambisi terhadap rakyat dan negara. Oleh karena itu, Hasto menyerukan kepada masyarakat untuk bergerak ke arah yang benar jika ada pembelokan dari tujuan awal. “Ketika mandat rakyat bahwa kekuasaan itu untuk kepentingan seluruh bangsa dan negara, lalu dibelokkan menjadi ambisi, maka semua wajib bergerak dengan penuh keyakinan karena Ganjar-Mahfud MD berpihak pada kebenaran,” tegasnya.

Namun, reaksi lain datang dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang meminta Gibran untuk mengundurkan diri dari partainya. Pengunduran diri dianggapnya sebagai bagian dari tata krama berpolitik. “Saya mohon dengan sangat dan dengan hormat kesadaran diri Mas Gibran, datang kelihatan muka, pulang juga kelihatan punggungnya. Kan begitu budaya bangsa kita,” ujar Rudy.

Rudy menjelaskan bahwa proses pengunduran diri Gibran sebenarnya sangat sederhana. Ia hanya perlu mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA) ke Kantor DPC PDIP. “Tidak usah membuat surat lah. Mengembalikan KTA ke DPC saja selesai. Enggak harus Mas Gibran yang ke sini, utusannya saja juga enggak apa-apa. Kita enggak nuntut lebih kok,” tambahnya.

Baca juga: Wapres Ma’ruf Amin Minta Siapapun Presiden Terpilih 2024 Lanjutkan Ekonomi Syariah

Meskipun Gibran telah resmi mendaftar ke KPU sebagai cawapres dari Koalisi Indonesia Maju mendampingi Prabowo Subianto, PDIP bersama sejumlah partai lainnya telah mencalonkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024. DPP PDIP sendiri menegaskan bahwa hingga saat ini Gibran belum mengundurkan diri dari partai tersebut.

Di sisi lain, Gibran mengaku telah berkomunikasi dengan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, terkait pencalonannya sebagai cawapres Prabowo. Dengan dilema politik ini, Indonesia akan terus menyaksikan perkembangan yang menarik dalam persaingan politik menjelang Pilpres 2024.

Baca juga: PDI Gugat Ade Armando Lebih dari Rp 200 Miliar Terkait Video Kontroversial di YouTube

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *