Headline.co.id, Pontianak ~ Ani (57), warga Kelurahan Sungai Beliung, Pontianak Barat, merasa bersyukur setelah Pemerintah Kota Pontianak berencana memperbaiki rumahnya yang roboh. Insiden tersebut terjadi pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di tepian Sungai Kapuas, Gang Alpokat Indah Jalur 5. Beruntung, Ani yang tinggal sendirian tidak mengalami cedera dalam kejadian tersebut.
Ani mengungkapkan rasa syukurnya karena selamat dari musibah itu. “Alhamdulillah saya selamat. Saya tinggal sendirian di rumah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak atas bantuan yang diberikan. “Saya berharap rumah saya bisa diperbaiki. Walaupun kecil, yang penting kuat dan aman untuk ditempati,” tambahnya.
Pemkot Pontianak Siapkan Perbaikan
Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) berencana segera memperbaiki rumah Ani. “Insyaallah rumah ini akan segera diperbaiki melalui Dinas Perkim. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” kata Bahasan, salah satu pejabat terkait.
Bahasan menekankan pentingnya pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Ia meminta para lurah untuk melakukan pendataan terhadap rumah-rumah di bantaran sungai yang kondisinya sudah mengkhawatirkan. “Kami mengharapkan kerja sama masyarakat. Jangan menunggu sampai terjadi musibah. Jika kondisi rumah sudah mengkhawatirkan, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti,” tegasnya.
Langkah Antisipasi Pemerintah
Kejadian rumah roboh di kawasan bantaran sungai seperti ini dinilai sangat memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan korban jiwa jika tidak segera diantisipasi. Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dan perbaikan guna memastikan keselamatan warganya.
Dengan adanya pendataan dan perbaikan rumah yang dilakukan, diharapkan tidak ada lagi insiden serupa yang dapat membahayakan keselamatan warga. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan kondisi bangunan yang berisiko agar dapat segera ditindaklanjuti.













