Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
PengertianReligi

Dipercaya Sebagai Tolak Bala, Apa itu Ritual Mandi Safar dan Keberagaman di Setiap Daerah

45731
×

Dipercaya Sebagai Tolak Bala, Apa itu Ritual Mandi Safar dan Keberagaman di Setiap Daerah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Mandi Safar
Ilustrasi Mandi Safar (ist)

Dipercaya Sebagai Tolak Bala, Apa itu Ritual Mandi Safar dan Keberagaman di Setiap Daerah ~ Headline.co.id (Pengertian). Di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Kepulauan Riau, Maluku, Kalimantan, dan bahkan di Jambi, masyarakat Muslim menjalankan sebuah ritual spiritual yang dikenal sebagai “mandi shafar.” Ritual ini berlangsung setiap bulan Shafar dan dihadiri oleh ratusan hingga ribuan warga, baik laki-laki maupun perempuan, orang tua maupun orang muda, yang datang dari berbagai desa dan daerah sekitarnya.

Baca juga: Lirik Sholawat Mughrom Lengkap Arab Latin Dan Terjemahan

Ritual Mandi Safar Dalam Islam

Meskipun ada variasi dalam pelaksanaan ritual ini di berbagai tempat, keyakinan yang menyatukan mereka adalah bahwa mandi shafar dapat mencegah atau bahkan menghilangkan berbagai sial, wabah penyakit menular, bencana, atau musibah yang mungkin terjadi atau telah terjadi, terutama selama bulan Shafar. Keyakinan ini didasarkan pada gagasan bahwa Allah akan menguji umat manusia dengan berbagai ujian atau cobaan selama bulan Shafar, terutama pada hari Rabu di minggu terakhir bulan Shafar.

Namun, eksistensi ritual mandi shafar ini telah memicu perdebatan di kalangan masyarakat Muslim sendiri. Sebagian menganggapnya sebagai tindakan bid’ah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, karena dinilai mengandung elemen takhayul (keyakinan pada hal-hal gaib) dan syirik (pengesakan Allah).

Baca juga: Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2023? Ini Jadwal dan Niat Puasanya

Di sisi lain, ada yang berpendapat bahwa ritual ini adalah warisan tradisi leluhur yang bernuansa Islam dan perlu dijaga kelestariannya, dengan mengakomodasi modifikasi Islami dan menghilangkan unsur-unsur mistisisme. Dalam kata lain, mereka mencoba “mengislamkan” tradisi atau budaya lokal.

Perdebatan ini pada dasarnya mencerminkan pertentangan antara dua kelompok dalam masyarakat Muslim, yaitu kelompok yang menganut pendekatan ortodoks atau purifikasi Islam dan kelompok yang mengambil pendekatan pribumisasi atau akomodatif-reformatif.

Baca juga: Lirik Sholawat Burdah Lengkap Arab Latin dan Artinya

Kelompok ortodoks Islam cenderung memisahkan dengan tegas antara hal yang dianggap benar dan salah dalam pandangan mereka, menempatkan ajaran Islam sebagai ajaran formal yang harus diterapkan sesuai dengan pemahaman mereka atas al-Qur’an dan hadits. Pendekatan ini digunakan ketika mereka melihat tradisi lokal sebagai khurafat atau takhayul.

Di sisi lain, kelompok pribumisasi Islam atau akomodatif-reformatif lebih menekankan pada nilai-nilai moral Islam daripada aspek hukum formalnya. Mereka berusaha untuk memadukan tradisi lokal dengan ajaran Islam, asalkan tidak mengandung elemen-elemen yang dianggap bertentangan dengan Islam.

Baca juga: Profil dan Biodata Gus Iqdam dan Istrinya Ning Nilatin Nihayah

Apa itu Ritual Mandi Safar

Ritual Mandi Shafar adalah sebuah praktik keagamaan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Muslim di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya di daerah-daerah seperti Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Kepulauan Riau, Maluku, Kalimantan, dan sejumlah wilayah lainnya. Ritual ini biasanya dilaksanakan setiap bulan Shafar dalam penanggalan Islam.

Baca juga: Text Bacaan Sholawat Munfarijah Arab Latin dan Artinya Lengkap Khasiat Keutamaan

Inti dari ritual Mandi Shafar adalah mandi bersama dengan tujuan spiritual dan upaya mendekatkan diri kepada Allah. Ritual ini diyakini oleh masyarakat yang melakukannya sebagai cara untuk mencegah atau menghilangkan berbagai macam kesialan, wabah penyakit menular, bencana, atau musibah yang mungkin terjadi atau telah terjadi, terutama selama bulan Shafar. Bulan Shafar diyakini sebagai waktu di mana Allah akan menguji umat manusia dengan berbagai ujian atau cobaan.

Baca juga: Lirik Sholawat Ya Rosulallah Salamun Alaik Lengkap Arab Latin dan Artinya

Meskipun ada variasi dalam cara pelaksanaan ritual Mandi Shafar di berbagai tempat, beberapa unsur umum dalam ritual ini mencakup:

  1. Mandi Bersama: Biasanya, masyarakat berkumpul di tempat-tempat air seperti sungai, danau, atau laut untuk mandi bersama dalam rangkaian ritual. Mandi bersama ini dianggap membersihkan diri fisik dan spiritual.
  2. Doa dan Zikir: Selama ritual Mandi Shafar, peserta sering membaca doa-doa khusus dan melakukan zikir (pengingat Allah) untuk memperkuat aspek spiritual ritual ini.
  3. Keyakinan dalam Keberkahan Bulan Shafar: Ritual ini berkaitan erat dengan keyakinan bahwa bulan Shafar adalah waktu yang penting dalam hal ujian dan cobaan dari Allah. Oleh karena itu, orang-orang mencoba mendekatkan diri kepada Allah dan memohon perlindungan dari berbagai potensi kesulitan.

Baca juga: Presiden Jokowi: Konflik di Pulau Rempang Disebabkan oleh Komunikasi yang Kurang Baik

Selayaknya banyak praktik keagamaan, ada perbedaan pandangan di antara umat Islam mengenai sah atau tidaknya ritual Mandi Shafar. Beberapa masyarakat mendukungnya sebagai bagian dari tradisi Islam lokal yang memadukan unsur-unsur agama dan budaya setempat. Namun, ada juga yang menentangnya, menganggapnya sebagai bentuk bid’ah (inovasi keagamaan) yang bertentangan dengan ajaran Islam yang lebih ketat.

Tradisi Mandi Safar: Warisan Budaya Spiritual yang Tetap Hidup di Indonesia

Berbagai daerah di Indonesia menjalankan tradisi Mandi Safar setiap tahunnya, khususnya pada hari Rabu terakhir dalam bulan Safar, yang juga dikenal sebagai Rebo Wekasan dalam sebagian kalangan. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang masih terus dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia.

Baca juga: Pekerja Wajib Tau, Ini Dia Tanggal Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2024

Tradisi Mandi Safar diyakini memiliki nilai spiritual yang kuat dan memiliki tujuan lebih dari sekadar membersihkan diri. Banyak masyarakat meyakini bahwa ritual ini juga berfungsi sebagai sarana untuk menolak berbagai macam bala atau musibah yang mungkin terjadi dalam hidup mereka.

Berikut adalah pelaksanaan tradisi Mandi Safar di beberapa daerah di Indonesia:

1. Provinsi Maluku

  • Di Provinsi Maluku, khususnya di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, warga setempat menjalankan tradisi Mandi Safar setiap Rabu terakhir di bulan Safar.
  • Ritual ini telah berlangsung selama ratusan tahun di daerah Leihitu, dan bahkan tetap dilaksanakan saat pandemi COVID-19 merebak pada tahun 2020.
  • Ribuan warga, termasuk laki-laki, perempuan, orang tua, dan pemuda, berkumpul di pantai untuk melakukan ritual ini.
  • Ritual dimulai dengan doa syukur yang dipimpin oleh tokoh agama dan tetua adat, diikuti oleh mandi atau mencuci wajah dan tubuh di laut yang sudah didoakan.

Baca juga: Buruan Daftar! Pemkab Gunungkidul Buka Pendaftaran 439 Formasi Pegawai P3K

2. Provinsi Riau

  • Di Provinsi Riau, terutama di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, masyarakat juga menjalankan tradisi Mandi Safar setiap Rabu terakhir di bulan Safar.
  • Pantai Tanjung Lapin, Desa Tanjung Punak, merupakan tempat utama pelaksanaan tradisi ini di Pulau Rupat.
  • Tradisi ini meriah dan diikuti oleh ribuan warga serta wisatawan domestik dan mancanegara.

Baca juga: Presiden Jokowi Berhasil Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Capai Kecepatan 351 km/jam

3. Provinsi Kepulauan Riau

  • Di Provinsi Kepulauan Riau, tradisi Mandi Safar dilaksanakan di Desa Air Putih, Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna.
  • Tradisi ini berlangsung setiap Rabu pada pekan terakhir di bulan Safar, di sepanjang pantai, termasuk Pantai Harapan.
  • Kegiatan ini dimulai dengan persiapan makanan khas daerah, yang kemudian disantap bersama oleh warga setempat setelah sholat Ashar di pantai.
  • Sebelumnya, doa bersama dilaksanakan sebagai doa selamat dan tolak bala.

Baca juga: Viral Kontroversi Video Zulkifli Hasan Bagi-bagi Uang Tunai, PAN Bantah Politik Uang

4. Provinsi Jambi

  • Di Provinsi Jambi, tepatnya di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tradisi Mandi Safar juga dijalankan.
  • Tradisi ini memiliki ciri khas unik, termasuk pembuatan menara yang digantungi ratusan telur, khatam Alquran, dan penulisan doa di daun yang diikat di kepala.

5. Provinsi Kalimantan Tengah

  • Di aliran Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, masyarakat juga menjalankan tradisi Mandi Safar.
  • Tradisi ini mencakup menceburkan diri ke Sungai Mentaya sebagai simbol pembersihan diri dari hal-hal negatif dan harapan untuk menjadi lebih baik.
  • Panitia penyelenggara biasanya melibatkan pihak-pihak seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Polisi Perairan, dan Basarnas untuk menjaga keamanan.

Baca juga: Mengejutkan! Hasil Survei Mahasiswa UMY Terjerat Pinjol Untuk Gaya Hidup

Tradisi Mandi Safar mencerminkan kekayaan budaya dan keberagaman di Indonesia, di mana nilai-nilai agama dan budaya lokal bersatu dalam ritual yang memiliki makna spiritual mendalam. Meskipun ada variasi dalam pelaksanaannya, semua tradisi ini menciptakan kesatuan di antara warga yang berharap untuk membersihkan diri, menolak musibah, dan mendapatkan berkah.

Terimakasih telah membaca Dipercaya Sebagai Tolak Bala, Apa itu Ritual Mandi Safar dan Keberagaman di Setiap Daerah jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News.

Baca juga: Ratusan Warga Sidorejo Tuntut Pemecatan Kasi Jagabaya Sri Wahyunarti di Pemkab Sleman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *