Headline.co.id, Gorontalo ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengadakan simulasi dan edukasi tanggap darurat bencana bagi siswa baru di SMA Negeri 2 Gorontalo pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mitigasi bencana sejak dini agar siswa dapat mengenali potensi ancaman dan menguasai langkah penyelamatan diri.
Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Moh. Tahir Laendeng, menekankan pentingnya sekolah sebagai lingkungan strategis dalam membangun budaya sadar bencana. “Dengan pembekalan yang tepat, generasi muda diharapkan mampu mengenali risiko di lingkungan sekitar dan mengambil tindakan yang cepat, aman, serta terarah,” ujar Tahir.
Dalam kegiatan ini, siswa mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai jenis-jenis ancaman bencana, langkah-langkah mitigasi, hingga kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi. Selain teori, siswa juga diajak mempraktikkan langsung prosedur evakuasi yang dipandu oleh Pengelola Data BPBD Provinsi Gorontalo, Mohamad A. Nasaru.
Simulasi Evakuasi Bencana
Pada sesi simulasi, Nasaru mengarahkan para peserta untuk merespons tanda peringatan, mempraktikkan cara melindungi diri, menyusuri jalur evakuasi, hingga berkumpul di titik aman yang telah ditentukan. Simulasi ini menekankan pentingnya menjaga ketertiban, menghindari kepanikan, dan kepatuhan terhadap arahan petugas atau guru demi meminimalisir risiko cedera.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diadakan untuk siswa baru. Dengan adanya simulasi ini, diharapkan para siswa dapat lebih siap menghadapi situasi darurat dan mampu membantu orang lain secara aman.
















