Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
NasionalOlahraga

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Tewas 127 Orang dan 180 Orang Dirawat

433
×

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Tewas 127 Orang dan 180 Orang Dirawat

Sebarkan artikel ini
Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruan Malang
Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruan Malang

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Tewas 127 Orang dan 180 Orang Dirawat ~ Headline.co.id (Malang). Pasca pertandingan antara Arema Malang vs Persebaya Surabaya terjadi kerusuhan di dalam  dan diluar Stadion. Akibat dari kerusuhan hebat tersebut menewaskan 127 orang.

Baca juga: Asus Luncurkan Vivobook Pro 14 Oled (M3400) Laptop OLED Bertenaga Untuk Dukung Produktivitas

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menuturkan bahwa 127 korban tewas tersebut terdiri dari suporter Arema FC dan anggota polisi.

“Telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri,” ujar Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta kepada wartawan di Polres Malang, Minggu (2/10/2022).

Baca juga: Selesaikan Masalah Pertanahan, Ganjar Minta Bupati dan Wali Kota Petakan Persoalan Utama Agraria di Daerah

Nico mengatakan yang meninggal di dalam stadion ada 34 orang. Sementara korban yang lain meninggal di rumah sakit pada saat proses pertolongan.

Selain itu, polisi mencatat, ada sekitar 180 orang yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit.

Baca juga: Peringatan Hari Santri Angkat Tema ‘Berdaya Menjaga Martabat Manusia’, Ini Maknanya

Selain korban jiwa, Nico menambahkan, ada korban materil dalam tragedi Kanjuruhan semalam. Setidaknya ada 13 mobil dirusak oleh massa suporter.

Menurutnya, 10 di antara mobil yang dirusak itu merupakan milik anggota Polri. Bahkan, ada pula yang tak sekadar dirusak, tapi juga dibakar.

“Ada 13 mobil yang rusak, 10 di antaranya mobil dinas Polri, yakni mobil patroli, patwal, K9, truk brimob, dan sisanya mobil pribadi,” ungkapnya.

Kericuhan sendiri bermula saat para suporter menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya. Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata. Gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.

Baca juga: Sambangi Pasar Bandar Batauga, Jokowi Berikan Bantuan Modal Kerja kepada PKL di Buton Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *