Ini Perbedaan Batuk Kering dan Batuk Berdahak Beserta Penyebabnya

Cara mengobati batuk kering
Cara mengobati batuk kering

Ini Perbedaan Batuk Kering dan Batuk Berdahak Beserta Penyebabnya ~ Headline.co.id (Kesehatan). Batuk merupakan salah satu hal yang membuat kita semua tidak nyaman. Ternyata batuk bukan sebuah penyakit lo, melainkan gejala gejala yang memberi sinyal bahwa ada yang sedang tidak beres terkait kondisi gangguan kesehatan seseorang.

Baca juga: BPJPH Kemenag Himbau Masyarakat Waspada Situs Penipuan Sertifikasi Halal, Ini Alamat Resminya

[tof+]

Kadang, batuk adalah reaksi alami tubuh ketika ada substansi asing yang masuk ke saluran pernapasan seperti debu atau alergen lain. Namun seringkali pula, batuk terjadi karena ada penyakit lain yang diawali dengan batuk, entah itu kering atau berdahak.

Batuk kering dan batuk berdahak tentu memiliki perbedaan yang jelas. Maka dari itu, perbedaan ciri batuk kering dan berdahak perlu sobat pahami untuk tahu pengobatan yang tepat agar lekas sembuh.

Baca juga: 7 Tips Wisata Aman dan Nyaman Menggunakan Bus

Perbedaan batuk kering dan berdahak

Satu hal signifikan yang membedakan batuk kering dan berdahak tentu ada tidaknya lendir yang dihasilkan. Berikut penjelasan dari perbedaan batuk kering dan berdahak:

  1. Batuk kering

Batuk kering adalah batuk yang terjadi tanpa menghasilkan lendir. Biasanya, penderita batuk kering umumnya akan mengalami batuk ini terus menerus dan sulit dikendalikan.

Baca juga: Ini Efek Buruk Gigi Kekurangan Kalsium dan Cara Mengatasinya

Selain itu, batuk kering menyebabkan seseorang merasa gatal dan kering pada bagian belakang tenggorokan. Terlebih, jika seharian beraktivitas di ruangan ber-AC atau kering.

Batuk kering adalah sinyal bahwa sistem pernapasan seseorang mengalami iritasi atau peradangan. Biasanya, batuk kering akan terjadi beberapa hari setelah ada infeksi saluran pernapasan.

Saat seseorang telah sembuh dari batuk berdahak, batuk kering bisa saja masih bertahan hingga beberapa hari atau beberapa minggu kemudian.

Baca juga: Bertemu delegasi Al-Azhar Mesir, Kemenag Bahas Perpanjangan Mu’adalah

  1. Batuk berdahak

Dahak atau lendir yang dihasilkan saat seseorang mengalami batuk berdahak terjadi sebagai respon perlindungan diri alami tubuh. Contohnya, saat ada infeksi yang masuk ke tubuh, sistem pernapasan akan memproduksi dahak atau lendir untuk menangkap alergen atau patogen tersebut.

Baca juga: Kunjungi Kemenag, Liga Muslim Dunia Ingin Gelar Dialog Antar Umat Beragama di Indonesia

Orang yang mengalami batuk berdahak akan terdengar basah saat terbatuk, dan merasakan keinginan untuk membuang dahaknya tersebut dengan meludah.

Penyebab batuk kering

Penyebab batuk kering dapat muncul disebabkan oleh beberapa kondisi sebagai berikut:

  1. Asma

Asma adalah penyakit kronis pada saluran napas. Pada kondisi asma, saluran napas seseorang mengalami peradangan. Peradangan ini akan bertambah parah ketika ada yang memicunya.

Baca juga: Jokowi: Persemaian Mentawir Bentuk Keseriusan Pemerintah Menata Lingkungan

  1. Refluks asam lambung atau (GERD)

Refluks asam lambung yang naik kembali menuju kerongkongan dapat mengiritasi dinding kerongkongan. Iritasi inilah yang akan menimbulkan gejala batuk kering. Gejala lain yang dialami ketika seseorang mendertia GERD adalah rasa panas ataupun nyeri di ulu hati.

  1. Post nasal drip

Post nasal drip merupakan tetesan lendir dari bagian belakang hidung yang dapat menimbulkan gejala batuk kering. Dalam keadaan normal, lapisan dinding pada hidung, tenggorokan, saluran napas, lambung, hingga usus menghasilkan lendir. Lendir di sini berfungsi sebagai pelembab dan membantu menjebak dan membunuh benda asing seperti bakteri atau virus.

Baca juga: Dua hafiz asal Indonesia berhasil Sabat Juara MTQ Internasional di Amerika

  1. Infeksi virus

Infeksi virus merupakan salah satu penyebab flu. Biasanya, gejala akan hilang dalam waktu kurang dari seminggu. Gejala batuk kering sendiri biasanya dapat terjadi setelah infeksi virus selesai dan dapat bertahan hingga dua bulan ke depan.

  1. Pertusis

Pertusis atau batuk 100 hari merupakan infeksi yang sebagian besar menyerang anak-anak. Gejala batuk kering ini akan timbul tanpa henti dalam sekali batuk. Imunisasi lengkap merupakan kunci mencegah terjadinya infeksi ini.

Baca juga: Cari Asuransi Kesehatan Online Sesuai Tagihan dan Cashless? Kamu Wajib Coba Astra Life

  1. Penyakit jantung

Penyakit jantung yang kronis bisa membuat paru-paru terisi air akibat gagalnya jantung memompa dengan maksimal. Kondisi ini merangsang saluran napas untuk mengeluarkan air tersebut dengan cara batuk.

Baca juga: Ketua PPIH Sampaikan Evaluasi Layanan Pemberangkatan Jemaah Gelombang I Bagus dan Baik

Penyebab batuk berdahak

  1. Asma

Pada sebagian orang, asma dapat menghasilkan lendir berlebih secara terus menerus. Ketika asma  kambuh karena cuaca yang lebih dingin, terpapar bahan kimia, atau wewangian maka batuk berdahak biasanya akan muncul. Kondisi ini bahkan bisa parah karena disertai dengan dan disertai sesak napas.

Baca juga: Lirik Sholawat Sidnan Nabi Akhlaaqul Karimah Lengkap Arab, latin dan artinya

  1. Bronkitis kronis

Bronkitis kronis dapat menyebabkan peradangan saluran udara dalam waktu yang lama sehingga mengakibatkan batuk berdahak yang berwarna. Kondisi ini termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang biasa terjadi akibat merokok.

  1. Postnasal drip

Saat bagian sinus menghasilkan lendir berlebih, lendir tersebut dapat menetes ke tenggorokan bagian belakang sehingga memicu batuk berdahak secara refleks. Kondisi ini dapat disebut sebagai sindrom saluran napas atas.

  1. Cystic fibrosis

Cystic fibrosis merupakan penyakit langka yang dapat menyebabkan paru-paru dan saluran udara kelebihan lendir sehingga menyebabkan batuk berdahak dan paru-paru dapat tersumbat jika mengalami kondisi ini.

Baca juga: Lirik Sholawat Sidnan Nabi Akhlaaqul Karimah Lengkap Arab, latin dan artinya

  1. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi di paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Kondisi ini dapat menyebabkan batuk berdahak karena produksi lendir yang berlebih di paru-paru.

Baca juga: Presiden Jokowi dan Presiden Steinmeier Sepakati Sejumlah Kerja Sama Indonesia-Jerman

Cara mengobati batuk kering dan berdahak

Mengingat gejala dan kondisi batuk kering dan berdahak sangat berbeda, maka penanganannya pun berbeda pula.

Umumnya, batuk kering diobati dengan jenis obat antitusif yang mengandung dextomethrophan. Sementara batuk berdahak akan diberi obat yang mengandung ekspektoran yang mengandung guaifenesin sehingga dapat mencairkan dahak dan membantu mengeluarkannya lebih mudah.

Meski demikian, langkah yang paling tepat untuk mengetahui apa yang sedang dialami adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Lewat pemeriksaan menyeluruh, dokter bisa menentukan diagnosis batuk yang dialami dan memberikan pengobatan yang benar.

Baca juga: Tak perlu ribet, Cari Jasa Iklan Google Kini Cukup Klik di Fastwork

Perlu diingat, meskipun perbedaan batuk kering dan batuk berdahak cukup signifikan, terkadang keduanya terjadi bergantian. Ada yang mengalami batuk kering lalu di hari berikutnya menjadi batuk berdahak. Ada pula yang mengalami batuk berdahak namun saat lendirnya habis, berganti menjadi batuk kering.

Maka dari itu, sobat perlu tahu gejala dari batuk yang dialami. Pengobatan terhadap infeksi atau penyakit tersebut secara menyeluruh juga dapat membantu meredakan batuk.

Baca juga: Cari Klinik Kecantikan di Jogja, ini Rekomendasi Terbaik Harga Bersahabat

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

User Review