Headline.co.id, Jombang ~ Satreskrim Polres Jombang menangkap seorang pria yang diduga membuat sekaligus menyebarkan video syur yang viral di Jombang, Jawa Timur, pada Selasa (3/11/2026) siang. Penangkapan tersebut dilakukan setelah pihak perempuan yang muncul dalam rekaman melaporkan kasus itu kepada polisi. Video yang disebut melibatkan seorang karyawan pabrik di wilayah Sumobito bersama seorang pria tersebut awalnya beredar di grup internal karyawan sebelum menyebar lebih luas melalui media sosial. Hingga kini, polisi masih mendalami motif pembuatan dan penyebaran rekaman tersebut.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari perempuan yang terdapat dalam video viral Jombang tersebut.
“Jadi sebelumnya memang sudah ada laporan dari pihak korban yakni si wanita itu,” terang Magribi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Setelah menerima laporan, polisi melakukan penanganan hingga berhasil menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam pembuatan dan penyebaran rekaman.
Menurut Magribi, pria yang diamankan bukan hanya diduga sebagai pembuat dan penyebar video, tetapi juga merupakan pemeran pria dalam rekaman tersebut.
“Barusan saja, terduga pelakunya sudah kami tangkap, dia ini pembuat dan penyebar video, sekaligus pemeran pria di video itu,” lanjutnya.
Meski telah melakukan penangkapan, penyidik belum mengungkap secara terperinci alasan terduga pelaku membuat dan menyebarkan video tersebut.
Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui motif serta mendalami kasus yang telah menjadi perhatian masyarakat Jombang itu.
“Untuk motif dan lain sebagainya, masih didalami, nanti akan kami update kembali,” pungkas Magribi.
Video Syur Diduga Awalnya Beredar di Grup Karyawan Pabrik
Sebelum kasus ini ditangani kepolisian, sejumlah rekaman yang memperlihatkan dua sejoli disebut telah beredar di lingkungan karyawan sebuah pabrik di wilayah Sumobito, Kabupaten Jombang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang, perempuan dalam rekaman tersebut disebut-sebut merupakan karyawan pabrik, sedangkan pria yang tampil bersamanya berasal dari luar perusahaan.
Salah satu sumber menyebutkan bahwa video itu awalnya hanya beredar melalui grup internal karyawan. Namun, dalam beberapa hari terakhir, penyebarannya meluas hingga keluar lingkungan perusahaan.
“Jadi yang perempuan itu karyawan pabrik, yang laki-laki itu orang luar,” terang sumber tersebut.
Sumber yang sama menjelaskan bahwa rekaman tersebut kemudian menyebar ke masyarakat luas. Selain video, sejumlah potongan gambar yang diduga berasal dari rekaman itu juga ditemukan beredar melalui media sosial Facebook.
“Awalnya beredar di internal, tapi terus beredar di luaran, informasinya itu sama mantannya,” imbuhnya.
Meski demikian, informasi mengenai hubungan pribadi pihak-pihak yang terlibat dan dugaan keterlibatan mantan pasangan dalam penyebaran rekaman belum mendapatkan konfirmasi resmi dari kepolisian.
Peredaran video viral Jombang tersebut semakin menjadi perhatian setelah muncul informasi bahwa rekaman yang tersebar memiliki sejumlah versi dengan durasi berbeda.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sedikitnya terdapat tujuh versi video syur yang beredar melalui media sosial.
“Ada 7 versi video syur yang beredar di media sosial,” ujar warga tersebut.
Menurut keterangannya, durasi rekaman bervariasi, mulai dari 46 detik, satu menit, hingga yang terpanjang sekitar satu menit 26 detik.
Namun, jumlah dan durasi rekaman tersebut masih berdasarkan keterangan warga. Belum ada penjelasan resmi kepolisian mengenai jumlah video yang telah ditemukan atau diperiksa dalam penyelidikan.
Sementara itu, penanganan kasus video viral Jombang masih berlangsung di Satreskrim Polres Jombang. Penyidik masih memeriksa pria yang telah diamankan untuk mendalami motif pembuatan sekaligus penyebaran rekaman.
Kepolisian belum menyampaikan hasil akhir pemeriksaan maupun keterangan lebih lanjut mengenai motif yang melatarbelakangi peredaran video tersebut.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















