Headline.co.id, Lumajang ~ Sekitar 100 santri mengikuti pembekalan literasi digital, pengelolaan media pesantren, dan sosialisasi pencegahan stunting di Aula MA Al-Maliki, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri itu mendorong peserta menyampaikan informasi yang benar serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan keluarga. Materi diberikan melalui pembekalan penggunaan media digital secara positif, pengelolaan konten pesantren, dan pemahaman mengenai gizi serta tumbuh kembang anak.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kabupaten Lumajang, Joko Sri Mardiyanto, serta Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syarifiy Lumajang, Gus Achmad Zadul Maad Syarif. Para peserta diajak memahami pentingnya memeriksa informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Santri Lumajang Diminta Periksa Informasi Digital
Joko Sri Mardiyanto menekankan bahwa santri perlu memiliki kecakapan dalam menggunakan media digital. Kecakapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengakses dan menyebarkan informasi, tetapi juga mencakup etika berkomunikasi serta kesadaran untuk menjaga data pribadi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Santri harus mampu memanfaatkan media digital untuk hal-hal positif. Jangan mudah percaya pada setiap informasi yang beredar. Periksa dulu kebenarannya sebelum dibagikan, sehingga media sosial bisa menjadi ruang untuk menyebarkan pengetahuan dan kebaikan,” ujar Joko.
Menurut dia, santri diharapkan dapat memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan konten yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, penggunaan media sosial perlu disertai sikap kritis terhadap informasi yang diterima dan tanggung jawab atas informasi yang dibagikan.
Pembekalan tersebut juga menempatkan santri sebagai bagian dari masyarakat yang dapat ikut menyebarkan pengetahuan dan kebaikan melalui media digital. Informasi yang disampaikan diharapkan tidak hanya benar, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Media Pesantren Didorong Jadi Ruang Dakwah
Selain literasi digital, peserta menerima materi mengenai pengelolaan media pesantren dari Gus Achmad Zadul Maad Syarif. Ia menjelaskan bahwa media pesantren dapat digunakan untuk memperkenalkan berbagai kegiatan pesantren sekaligus menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat.
“Media pesantren jangan hanya menjadi tempat mengunggah kegiatan. Lebih dari itu, media harus mampu menyampaikan pesan yang bermanfaat, memperlihatkan nilai-nilai kebaikan pesantren, dan menjadi ruang dakwah yang dekat dengan masyarakat,” tuturnya.
Gus Achmad menekankan, pengelolaan media pesantren membutuhkan konsistensi, kreativitas, dan tanggung jawab. Santri dapat terlibat dalam seluruh proses produksi informasi, mulai dari mengumpulkan bahan, membuat konten, hingga menyebarluaskan informasi yang mendidik.
Dengan keterlibatan tersebut, media pesantren tidak hanya berfungsi sebagai saluran dokumentasi kegiatan. Media juga diharapkan mampu menyampaikan nilai-nilai kebaikan pesantren dan membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pesan yang bermanfaat.
Santri Lumajang Dikenalkan Pencegahan Stunting
Kegiatan itu juga diisi sosialisasi pencegahan stunting. Materi yang diberikan mengenalkan pentingnya gizi dan kesehatan keluarga agar santri memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.
Pengetahuan mengenai kesehatan keluarga tersebut diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan oleh peserta di lingkungan pesantren, keluarga, serta masyarakat sekitar. Dengan demikian, pembekalan tidak berhenti pada pemahaman peserta, tetapi juga dapat diteruskan melalui lingkungan terdekat mereka.
Rangkaian kegiatan ini memadukan literasi digital, pengelolaan media pesantren, dan kepedulian terhadap kesehatan keluarga. Melalui materi tersebut, santri didorong untuk menggunakan media secara bertanggung jawab sekaligus berperan dalam menyebarkan informasi yang mendidik dan bermanfaat.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/An-m)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.













