Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Karantina Indonesia (Barantin) menggelar Pelatihan Penggunaan dan Verifikasi Dokumen serta Segel Karantina bagi para pejabat fungsional secara daring, Senin (2/11/2026). Kegiatan yang berpusat di Jakarta itu dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme petugas dalam memeriksa dokumen administrasi dan memastikan integritas fisik segel komoditas. Pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan peserta dari bidang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan. Materi disampaikan secara lintas kedeputian guna memperkuat pelaksanaan tindakan karantina dan layanan sertifikasi.
Pelatihan verifikasi segel karantina tersebut menjadi bagian dari langkah Barantin meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Kompetensi petugas dinilai penting karena pemeriksaan dokumen dan segel merupakan bagian dari pelaksanaan kewenangan karantina di lapangan.
Selain membahas penggunaan serta verifikasi dokumen, agenda itu menekankan pentingnya keutuhan segel karantina. Ketepatan pemeriksaan administrasi dan kondisi fisik segel menjadi perhatian karena berkaitan dengan jaminan mutu layanan yang diberikan Barantin.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pelatihan Verifikasi Segel Karantina Berbasis Digital
Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina Barantin, Wisnu Wasisa Putra, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemutakhiran ekosistem pembelajaran digital berbasis Learning Management System.
Menurut Wisnu, peningkatan kapasitas aparatur dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas karantina sekaligus layanan sertifikasi. Ia menegaskan, “Penguatan kompetensi sumber daya manusia sangat diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tindakan karantina dan layanan sertifikasi.”
Pemanfaatan pembelajaran digital menjadi salah satu pendekatan yang digunakan dalam pelatihan itu. Melalui kegiatan tersebut, pejabat fungsional mendapatkan penguatan pengetahuan mengenai dokumen dan segel yang digunakan dalam proses karantina.
Program ini juga dirancang untuk mendukung standardisasi kompetensi aparatur. Standardisasi diperlukan agar pemeriksaan yang dilakukan petugas tetap mengacu pada ketepatan administrasi dan integritas segel komoditas.
Keutuhan Segel Jadi Perhatian Barantin
Tenaga Ahli Utama Barantin, Ahsanul Minan, menempatkan kualitas dan keutuhan segel sebagai bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Barantin sebagai institusi pelindung sumber daya hayati.
Minan menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan secara resmi. “Segel itu semacam cerminan jaminan mutu yang dikeluarkan oleh Barantin sesuai dengan kewenangannya,” ujar Minan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa segel tidak hanya berfungsi sebagai penanda administratif. Dalam konteks layanan karantina, segel juga menjadi cerminan jaminan mutu yang dikeluarkan sesuai kewenangan Barantin.
Karena itu, petugas perlu memastikan kualitas serta keutuhan segel dalam setiap pemeriksaan. Kepatuhan terhadap prosedur di lapangan menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan terhadap layanan karantina.
Materi Lintas Bidang untuk Perkuat Layanan
Pelatihan selama tiga hari itu menyasar seluruh pejabat karantina dari bidang hewan, ikan, dan tumbuhan. Penyampaian materi dilakukan secara lintas kedeputian sehingga pengetahuan yang diberikan mencakup berbagai bidang dalam pelaksanaan karantina.
Penguatan lintas sektor tersebut diharapkan meningkatkan keandalan sumber daya manusia saat menjalankan kewenangan negara di lapangan. Barantin juga berharap peningkatan kompetensi itu dapat menutup celah kelalaian teknis maupun malapraktik administrasi.
Petugas karantina menjalankan pemeriksaan di berbagai titik perlintasan, termasuk pelabuhan dan bandara. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, integritas serta kepatuhan terhadap prosedur dinilai menjadi prasyarat agar komoditas nasional diakui keabsahannya oleh pasar internasional.
Dengan demikian, pelatihan penggunaan dan verifikasi dokumen serta segel karantina tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis petugas. Kegiatan itu juga diarahkan untuk memperkuat konsistensi layanan sertifikasi dan pelaksanaan tindakan karantina.
Penguatan Biosekuriti
Kolaborasi pengetahuan bidang hewan, ikan, dan tumbuhan dipandang sebagai salah satu pilar dalam membangun sistem pelindungan biosekuriti. Penguatan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kelestarian ekologi nasional melalui pelaksanaan tugas karantina yang lebih andal.
Barantin berharap peningkatan kapasitas aparatur dapat mendukung layanan yang lebih profesional di titik perlintasan. Ketepatan pemeriksaan dokumen, keutuhan segel, dan kepatuhan terhadap prosedur menjadi unsur yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Pelatihan itu sekaligus memperlihatkan perhatian Barantin terhadap pengembangan kompetensi pejabat fungsional. Melalui pembelajaran berbasis Learning Management System dan materi lintas kedeputian, penguatan sumber daya manusia diarahkan untuk mendukung tindakan karantina serta layanan sertifikasi.
(Humas Badan Karantina Indonesia/Qory)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















