Headline.co.id, Padang Panjang ~ Rencana pembangunan lanjutan Jalan Tol Padang–Pekanbaru ruas Bukittinggi–Sicincin akan melintasi wilayah Padang Panjang, Sumatra Barat, dan dilengkapi akses keluar tol atau exit tol. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan Pre-Sosialisasi dan Dialog Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin di Gedung M. Sjafei, Rabu (28/10/2026). Pemerintah Kota Padang Panjang mendukung pembangunan karena dinilai dapat memperkuat konektivitas, mempercepat mobilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, pemerintah meminta dampak pembangunan terhadap lahan masyarakat, pertanian, dan jaringan irigasi dikaji secara menyeluruh.
Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro mengungkapkan, ruas lanjutan Jalan Tol Padang–Pekanbaru tersebut direncanakan melintasi Padang Panjang dan memiliki akses keluar tol. Berdasarkan pemaparan dalam kegiatan itu, panjang jalan utama atau main road di wilayah Padang Panjang diperkirakan mencapai 4,8 kilometer, sedangkan jalan akses sekitar 1,5 kilometer.
Rencana pembangunan itu mencakup 352 bidang tanah dengan luas keseluruhan sekitar 56,84 hektare. Koentjoro berharap persiapan pembangunan mendapat dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat, tokoh adat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Exit Tol Bukittinggi–Sicincin Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menyambut positif rencana pembangunan exit tol tersebut. Menurut dia, akses tol dapat membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat konektivitas antardaerah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sosialisasi dan dialog ini. Kehadiran jalan tol diharapkan dapat mempercepat pergerakan perekonomian, mempermudah mobilisasi masyarakat, serta memangkas waktu tempuh perjalanan,” ujar Hendri dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan keberadaan exit tol perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor pariwisata, perdagangan, jasa, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai perlu menyiapkan sektor pendukung agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung.
Hendri berharap Padang Panjang tidak hanya berfungsi sebagai kota perlintasan setelah akses tol tersedia. Ia mendorong agar kota tersebut berkembang sebagai tujuan wisata, perdagangan, dan jasa.
“Kita berharap Padang Panjang tidak hanya menjadi kota perlintasan, tetapi juga menjadi kota tujuan. Dengan adanya akses tol, kita ingin aktivitas ekonomi semakin berkembang dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” katanya.
Pemko Minta Lahan Pertanian dan Irigasi Dilindungi
Di balik dukungan terhadap pembangunan, Hendri meminta perencanaan trase dan pelaksanaan proyek memperhatikan lahan milik masyarakat. Perhatian khusus diperlukan terhadap lahan pertanian dan jaringan irigasi yang menopang aktivitas pertanian warga.
“Kami tidak menolak pembangunan ini. Namun, apabila ada lahan masyarakat yang terdampak, mohon dicarikan solusi yang baik. Jangan sampai pembangunan mengganggu sistem irigasi, terutama yang digunakan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat,” tegasnya.
Hendri berharap potensi persoalan dapat dibahas secara terbuka dengan melibatkan pemerintah, penyelenggara pembangunan, dan masyarakat. Menurut dia, pembangunan infrastruktur harus berjalan tanpa mengabaikan hak serta kepentingan warga yang terdampak.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade juga menilai pembangunan lanjutan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin merupakan kebutuhan strategis bagi Sumatra Barat. Ruas dari Sicincin menuju Bukittinggi yang direncanakan melintasi Padang Panjang dinilai dapat meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Andre menyebut proyek tersebut tidak hanya berkaitan dengan sektor transportasi, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi pengembangan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Meski demikian, ia mengingatkan agar kepentingan masyarakat dan aspek lingkungan menjadi bagian penting dalam perencanaan.
“Semua harus dikaji dengan baik, termasuk dampak terhadap pertanian, irigasi sawah yang terdampak, dan kebutuhan akses penghubung masyarakat. Kita ingin pembangunan berjalan, tetapi kepentingan masyarakat juga harus tetap terlindungi,” ujarnya.
Target Pembangunan Tol dan Reaktivasi Jalur Kereta Api
Selain pembangunan jalan tol, Andre menyampaikan rencana pengembangan konektivitas transportasi lain di Sumatra Barat. Pembangunan tol ditargetkan berlanjut pada awal 2027.
Sementara itu, reaktivasi jalur kereta api dari Kayu Tanam menuju Padang Panjang direncanakan pada pertengahan 2027. Kedua proyek tersebut diharapkan saling melengkapi dan menyediakan lebih banyak pilihan transportasi bagi masyarakat.
Kegiatan Pre-Sosialisasi dan Dialog Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin turut dihadiri Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya Sugeng Rochadi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatra Barat Elsa Putra Friandi, Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah dan lurah terkait.
Hadir pula niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, tokoh adat Kanagarian Gunuang, serta pihak terkait lainnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















