Headline.co.id, Parigi Moutong ~ Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperpanjang status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga 24 November setelah kebakaran menghanguskan sedikitnya 300 hektare lahan sejak awal tahun. Keputusan itu diambil dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral bersama aparat keamanan pada Senin (26/10/2026). Perpanjangan status dilakukan untuk memutus rantai kerusakan lingkungan akibat ancaman kebakaran di tengah kemarau panjang. Pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah langkah perlindungan warga, termasuk mempertahankan dua posko siaga dan mengantisipasi dampak memburuknya kualitas udara.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Rivai, menyampaikan luas lahan yang terbakar telah mencapai sedikitnya 300 hektare. Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah untuk memperpanjang status siaga darurat Karhutla.
Dua posko siaga tetap dioperasikan di wilayah Kecamatan Mepanga dan Kecamatan Bolano. Posko tersebut dipertahankan untuk mendukung kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan apabila kebakaran kembali terjadi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pencegahan Karhutla Libatkan Warga
Wakil Kepala Kepolisian Resor Parigi Moutong, Kompol Henry Burhanuddin, mengingatkan agar kemunculan titik api tidak dianggap hanya sebagai siklus musim tahunan.
Menurut Henry, kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak pada lingkungan, mata pencaharian, serta kesehatan masyarakat. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh warga.
“Kerusakan lingkungan, terganggunya mata pencaharian, hingga kesehatan masyarakat ikut terancam sehingga upaya mencegah jauh lebih baik dengan melibatkan seluruh warga,” tegas Henry.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks pengawasan terpadu yang melibatkan pemerintah daerah dan aparat keamanan. Koordinasi lintas sektoral dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan serta penanganan Karhutla di wilayah Parigi Moutong.
Antisipasi Dampak Kualitas Udara
Dalam rapat koordinasi, otoritas terkait merumuskan empat langkah taktis lanjutan. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penerapan sistem pembelajaran jarak jauh bagi pelajar tingkat dasar dan menengah pertama apabila kualitas udara memburuk.
Langkah tersebut menjadi bagian dari skema perlindungan masyarakat di tengah ancaman asap akibat kebakaran. Pemerintah juga mengampanyekan kewajiban penggunaan masker pelindung pernapasan bagi warga.
Selain perlindungan kesehatan, pemerintah menyiapkan penyaluran cadangan pangan untuk masyarakat yang terdampak. Kebijakan ini dirancang sebagai bagian dari respons terhadap dampak Karhutla yang dapat mengganggu kehidupan dan mata pencaharian warga.
Relawan Kebakaran Ditargetkan Terbentuk pada 2027
Untuk mempercepat respons di lokasi kebakaran, Pelaksana Tugas Sekretaris Satpol PP dan Damkar, Mardiana, memproyeksikan pembentukan Relawan Kebakaran di setiap kecamatan pada 2027.
Relawan tersebut akan menjadi pasukan swadaya masyarakat yang membantu melokalisasi kobaran api sebelum armada pemadam utama tiba. Kehadiran mereka diharapkan memperpendek waktu penanganan ketika kebakaran muncul di wilayah kecamatan.
Dengan perpanjangan status Siaga Darurat Karhutla hingga 24 November, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mempertahankan kesiapsiagaan melalui posko, perlindungan warga, dan penguatan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan kebakaran. (MC Parigi Moutong/Ardiansyah)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















