Headline.co.id, Jogja ~ Headline.co.id, Padangsidimpuan (Kemenag) — Tim riset MAN 1 Padangsidimpuan meraih medali perak dan penghargaan Stand Terfavorit pada Final Nasional Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 di Yogyakarta. Prestasi tersebut diraih melalui penelitian tentang pemanfaatan berbagai bagian tanaman salak untuk mendukung lingkungan dan ekonomi petani di Kota Padangsidimpuan. Kompetisi nasional itu berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 dan diselenggarakan oleh Abak Academy bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain penghargaan untuk riset salak, siswa MAN 1 Padangsidimpuan juga meraih Honorable Mention pada bidang Bahasa, Budaya, dan Agama.
Riset Salak Raih Medali Perak dan Stand Terfavorit
Medali perak diraih Aisyah Hasby Lubis dan Fitri Mulyana, siswi kelas XI IIS 1, pada bidang ISHK – Sosiologi, Ekonomi, dan Kewirausahaan. Keduanya juga mendapatkan penghargaan Stand Terfavorit pada kategori ISHK – SE dalam rangkaian Expo KREASI 2026.
Penelitian yang mereka bawakan berjudul “Tidak Dilirik Ternyata Menyimpan Daya Eksentrik: Inovasi Sirkular Pemanfaatan Berbagai Bagian Salak bagi Lingkungan dan Ekonomi Petani di Kota Padangsidimpuan.”
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Penelitian tersebut menyoroti potensi berbagai bagian tanaman salak yang selama ini belum banyak diperhatikan. Melalui gagasan inovasi sirkular, Aisyah dan Fitri mengangkat peluang pengolahan sumber daya lokal agar memiliki nilai tambah, mengurangi potensi limbah, serta membuka manfaat ekonomi bagi petani salak di Kota Padangsidimpuan.
Raihan medali perak dan penghargaan Stand Terfavorit menunjukkan bahwa gagasan berbasis potensi lokal dapat menarik perhatian dalam kompetisi nasional. Karya itu juga mengangkat kekayaan daerah melalui penelitian ilmiah siswa madrasah.
Penelitian Dalihan Natolu Raih Honorable Mention
Penghargaan lain diraih Rahmah Sari dan Meisahriani Nasution, siswi kelas XII IIS 1. Keduanya memperoleh Honorable Mention pada bidang ISHK – Bahasa, Budaya, dan Agama melalui penelitian berjudul “Habonaron Do Bona Gabe: Reaktualisasi Dalihan Natolu sebagai Instrumen Resolusi Konflik Marboruni Dongan Sabutuha di Era Disrupsi.”
Penelitian tersebut mengangkat nilai kearifan lokal masyarakat Batak, khususnya prinsip Dalihan Natolu. Nilai itu digunakan sebagai landasan untuk memahami dan mengembangkan pendekatan penyelesaian konflik dalam hubungan kekerabatan di tengah perubahan sosial pada era disrupsi.
Melalui penelitian tersebut, Rahmah dan Meisahriani menunjukkan bahwa tradisi dan nilai budaya lokal tidak hanya menjadi warisan masa lalu. Keduanya juga dapat menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi dalam menghadapi persoalan kehidupan masa kini.
Penghargaan Honorable Mention menjadi bentuk apresiasi terhadap karya yang membawa perspektif budaya lokal ke forum riset tingkat nasional.
Peran Pendampingan dalam Persiapan Kompetisi
Keberhasilan dua tim MAN 1 Padangsidimpuan itu tidak terlepas dari proses pembelajaran, persiapan, dan pendampingan selama pengembangan penelitian. Para siswa mendapat bimbingan dari Dedi Riandi Pasaribu untuk mengembangkan gagasan riset dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Plt. Kepala MAN 1 Padangsidimpuan, Marataon Hasibuan, turut mendampingi peserta selama kegiatan di Yogyakarta. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi siswa, terutama dalam bidang penelitian dan inovasi.
“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki kesempatan untuk mengembangkan gagasan ilmiah yang berangkat dari persoalan nyata, baik dalam bidang lingkungan dan ekonomi maupun sosial dan budaya,” terangnya di Yogyakarta, Jumat (23/10/2026).
“Karya-karya tersebut juga memperlihatkan bahwa potensi lokal Kota Padangsidimpuan dapat menjadi sumber inspirasi bagi penelitian yang relevan dan bermanfaat,” sambungnya.
Memperkuat Budaya Riset di Madrasah
Keluarga besar MAN 1 Padangsidimpuan menyambut capaian tersebut. Medali perak, penghargaan Stand Terfavorit, dan Honorable Mention diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berani meneliti, berpikir kritis, serta menghasilkan inovasi.
KREASI 2026 menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan penelitian, kreativitas, dan inovasi dalam menjawab berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Melalui prestasi pada Final Nasional KREASI 2026, MAN 1 Padangsidimpuan memperkuat komitmen membangun budaya riset di lingkungan madrasah. Capaian itu diharapkan mendorong semakin banyak siswa melahirkan karya kreatif, mengangkat potensi daerah, serta membawa nama madrasah dan Kota Padangsidimpuan ke tingkat nasional.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















