Headline.co.id, Jakarta ~ Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperketat pengawasan terhadap operator INPEX Masela Ltd di Blok Masela, Maluku. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam mendukung kelancaran operasional Proyek Lapangan Gas Abadi. Pengawasan diperkuat setelah Social Risk Assessment (SRA) menunjukkan potensi hambatan operasional lebih banyak berkaitan dengan dinamika sosial-adat dan ekspektasi ekonomi warga, bukan ancaman fisik. Upaya tersebut dilakukan melalui pelibatan tokoh adat, nelayan, pemerintah desa, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan daerah.
Kepala Departemen Sekuriti SKK Migas, M. Indarto Wibowo, mengatakan persoalan sosial-adat menjadi perhatian utama dalam pengelolaan risiko proyek. Beberapa di antaranya adalah sengketa ulayat, fragmentasi sosial, serta tingginya ekspektasi masyarakat terhadap manfaat ekonomi proyek.
“Peta risiko menunjukkan bahwa dinamika sosial-adat seperti sengketa ulayat, fragmentasi sosial, hingga ekspektasi manfaat ekonomi yang tinggi menjadi perhatian utama. Karena itu, SKK Migas terus mengawasi dan memastikan INPEX melibatkan tokoh adat, nelayan, serta pemerintah desa setempat sejak tahap awal operasional proyek,” kata Indarto dalam keterangan resmi, Kamis (22/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pengawasan Blok Masela Fokus pada Risiko Sosial
SKK Migas menegaskan pengawasan terhadap Blok Masela tidak hanya diarahkan pada aspek keamanan fasilitas dan kegiatan operasional. Pengawasan juga mencakup pengelolaan ekspektasi masyarakat pesisir secara transparan.
Untuk mendukung hal itu, dibentuk forum dialog berkala dan kanal pengaduan atau complaint mechanism. Saluran tersebut menjadi bagian dari langkah pengelolaan risiko sosial agar masyarakat dapat menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan operasional proyek.
Kebutuhan pelibatan masyarakat semakin penting karena area pengamanan maritim proyek beririsan langsung dengan ruang hidup serta mata pencaharian nelayan lokal. Kondisi tersebut membuat pengamanan laut perlu diselaraskan dengan kepentingan masyarakat pesisir dan tata nilai adat setempat.
“Pengamanan laut bukan sekadar menjaga fasilitas proyek, melainkan membangun kepercayaan publik (public trust). Melalui keterlibatan masyarakat lokal, transparansi, dan penghormatan terhadap tata nilai adat setempat, keberlanjutan proyek hulu migas berkapasitas besar ini dapat terjamin,” ujar Indarto.
Pembagian Peran SKK Migas dan INPEX
Dalam model pengamanan terpadu, SKK Migas menjalankan fungsi tata kelola dan pengawasan. Sementara itu, INPEX bertugas memetakan risiko operasional serta menyusun rencana mitigasi.
Pemetaan risiko dan rencana mitigasi tersebut diselaraskan bersama pemangku kepentingan daerah, TNI AL, Polri, serta masyarakat pesisir. Pendekatan ini menempatkan keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran operasional proyek.
SKK Migas dan INPEX Masela Ltd juga menggelar sosialisasi tata kelola pengamanan terpadu serta pemetaan risiko. Kegiatan itu melibatkan pemangku kepentingan daerah, aparat keamanan, dan perwakilan masyarakat adat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan langkah pengamanan dan mitigasi risiko sosial di kawasan proyek. Melalui forum tersebut, para pihak membahas tata kelola pengamanan serta pemetaan risiko yang berkaitan dengan operasional Blok Masela.
Proyek Gas Abadi di Laut Arafura
Blok Masela merupakan wilayah kerja minyak dan gas bumi yang berada di Laut Arafura, lepas pantai Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Proyek Lapangan Gas Abadi di blok tersebut memiliki nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS.
Proyek itu dikelola oleh INPEX Masela Ltd bersama mitranya, PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela Sdn Bhd. Dengan kapasitas hulu migas yang besar, pengelolaan risiko sosial dan keamanan menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan operasional proyek.
SKK Migas memastikan pengawasan dilakukan untuk menjaga keterlibatan masyarakat lokal sejak tahap awal operasional. Pelibatan tokoh adat, nelayan, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan lainnya diarahkan untuk membangun transparansi dan kepercayaan publik di sekitar wilayah kerja Blok Masela.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















