Headline.co.id, Maluku Barat Daya ~ Gempa bumi bermagnitudo 5.1 mengguncang wilayah Maluku Barat Daya pada Rabu, 21 Oktober 2026. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 14.44.15 WIB dengan pusat gempa berada di timur laut Maluku Barat Daya. Gempa tersebut berlangsung pada kedalaman 96 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat lokasi gempa berada pada koordinat 7,75 Lintang Selatan (LS) dan 128,18 Bujur Timur (BT). Pusat gempa terletak 62 kilometer di timur laut Maluku Barat Daya.
Gempa Bumi Maluku Barat Daya Terjadi di Kedalaman 96 Kilometer
Informasi mengenai gempa bumi Maluku Barat Daya itu disampaikan BMKG melalui rilis yang dikutip dari akun X resmi BMKG. Data tersebut memuat kekuatan gempa, waktu kejadian, koordinat, jarak pusat gempa dari wilayah Maluku Barat Daya, serta kedalaman gempa.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam informasi resminya, BMKG menuliskan gempa berkekuatan magnitudo 5.1 terjadi pada 21 Oktober 2026 pukul 14.44.15 WIB. Pusat gempa tercatat berada pada koordinat 7,75 LS dan 128,18 BT.
Kedalaman gempa disebut mencapai 96 kilometer. Dengan lokasi episentrum yang berada 62 kilometer di timur laut Maluku Barat Daya, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa yang berpusat di wilayah timur laut daerah itu.
BMKG Sebut Gempa Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menyatakan gempa bumi magnitudo 5.1 di Maluku Barat Daya tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Keterangan tersebut tercantum dalam informasi gempa yang disampaikan BMKG.
“#Gempa Mag:5.1, 21-Okt-26 14:44:15 WIB, Lok:7.75 LS,128.18 BT (62 km TimurLaut MALUKUBRTDAYA), Kedlmn:96 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG,” tulis BMKG dalam unggahan yang dilansir dari akun X BMKG.
Selain menyampaikan parameter gempa, BMKG juga memberikan catatan mengenai karakter informasi awal yang dipublikasikan. Lembaga tersebut mengingatkan bahwa data gempa dapat mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya hasil pengolahan dan kelengkapan informasi.
Data Gempa Masih Dapat Berubah
Dalam keterangannya, BMKG menyebut informasi yang disampaikan mengutamakan kecepatan. Karena itu, hasil pengolahan data pada tahap awal belum sepenuhnya stabil.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.
Hingga informasi tersebut dipublikasikan, bahan yang tersedia hanya memuat parameter gempa berupa magnitudo, waktu kejadian, koordinat lokasi, jarak pusat gempa, kedalaman, serta keterangan tidak berpotensi tsunami. Tidak ada keterangan lain dalam laporan tersebut mengenai dampak gempa.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















