Headline.co.id, Gorontalo ~ Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo memperkuat kapasitas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di satuan pendidikan Kabupaten Gorontalo. Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (23/10/2026) untuk mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman bagi anak dari ancaman, intimidasi, perundungan, dan berbagai bentuk kekerasan. Penguatan kapasitas dilakukan melalui pemahaman tugas, mekanisme kerja, penanganan kasus, pendampingan korban, serta koordinasi antarpihak. Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari unsur pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan orang tua atau wali peserta didik.
Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, menegaskan sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar, mengembangkan potensi diri, membangun karakter, dan meraih cita-cita tanpa rasa takut.
“Kekerasan di lingkungan pendidikan tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa, bagian dari pendisiplinan, atau sekadar persoalan pergaulan antarpeserta didik,” kata Yana Suleman pada kegiatan penguatan kapasitas TPPK di Satuan Pendidikan Kabupaten Gorontalo.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
TPPK Diminta Aktif Mencegah Kekerasan
Menurut Yana, setiap tindakan yang mengancam keselamatan, merendahkan martabat, dan mengganggu perkembangan anak harus mendapatkan perhatian serta penanganan yang tepat.
Kekerasan dapat berdampak terhadap kondisi fisik, psikologis, sosial, dan akademik anak. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan meningkatkan kapasitas petugas dan membangun sistem penanganan yang dapat memberikan perlindungan secara tepat serta bertanggung jawab.
Yana menekankan, TPPK tidak boleh hanya dipandang sebagai tim yang bekerja ketika terjadi kasus. Tim tersebut harus menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan, meningkatkan kesadaran warga sekolah, menerima dan menindaklanjuti laporan, serta mendorong terbentuknya budaya sekolah yang menghormati hak-hak anak.
Penguatan kapasitas diarahkan agar anggota TPPK semakin memahami tugas, fungsi, mekanisme kerja, dan tanggung jawabnya dalam menjalankan upaya pencegahan serta penanganan kekerasan sesuai ketentuan yang berlaku.
Setiap anggota TPPK juga perlu mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, nondiskriminasi, penghormatan terhadap martabat manusia, serta perlindungan terhadap kerahasiaan identitas dan informasi korban.
Penanganan Korban Harus Ramah Anak
Apabila terjadi kekerasan, penanganan harus dilakukan secara serius, proporsional, dan sesuai prosedur. Korban harus memperoleh rasa aman, perlindungan dari kekerasan berulang, serta akses terhadap layanan yang dibutuhkan.
Layanan tersebut mencakup dukungan psikologis, layanan kesehatan, pendampingan sosial, dan bantuan hukum sesuai kondisi kasus. Yana juga menegaskan korban tidak boleh disalahkan, dipermalukan, diintimidasi, atau dipaksa menceritakan kembali pengalaman traumatisnya secara berulang tanpa kebutuhan yang jelas.
Setiap proses penanganan harus memperhatikan kondisi psikologis korban dan dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak. Dengan demikian, anak yang mengalami kekerasan tidak dibiarkan menghadapi persoalannya sendiri, tetapi mendapatkan perlindungan dan dukungan melalui mekanisme yang tepat.
Kegiatan penguatan kapasitas tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai bidang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo menyampaikan materi mengenai kebijakan serta strategi pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di satuan pendidikan.
Materi manajemen kasus di satuan pendidikan disampaikan oleh psikolog. Sementara itu, Tim Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Gorontalo memberikan materi mengenai pendampingan korban, perlindungan anak, dan mekanisme rujukan layanan.
Perlindungan Anak Membutuhkan Kolaborasi
Melalui materi tersebut, peserta diharapkan memahami bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Unsur yang terlibat meliputi dinas pendidikan, dinas yang membidangi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, satuan pendidikan, orang tua, tenaga kesehatan, psikolog, pekerja sosial, kepolisian, serta lembaga terkait lainnya sesuai tugas dan kewenangan.
Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo berperan mendorong penguatan koordinasi, edukasi, fasilitasi rujukan, serta dukungan layanan pendampingan bagi korban sesuai kewenangan dan kapasitas layanan yang tersedia.
Selain memperkuat kapasitas unsur satuan pendidikan, kegiatan tersebut melibatkan orang tua atau wali melalui pengurus komite sekolah. Keterlibatan keluarga dinilai penting karena pencegahan kekerasan tidak dapat dibebankan hanya kepada pihak sekolah.
Komunikasi terbuka anak, orang tua, guru, dan tenaga kependidikan perlu terus dibangun. Dengan komunikasi tersebut, anak diharapkan merasa aman untuk menyampaikan persoalan yang dialami maupun melaporkan tindakan kekerasan yang disaksikan.
Seluruh warga sekolah juga didorong membiasakan perilaku saling menghormati, menghargai perbedaan, menolak perundungan, serta tidak menyebarkan konten yang mempermalukan atau merugikan orang lain, termasuk melalui media elektronik.
Diikuti 50 Peserta
Yana berharap kegiatan penguatan kapasitas TPPK tidak berhenti pada pemahaman materi. Ia menginginkan kegiatan tersebut menghasilkan peningkatan kapasitas, kesamaan persepsi, dan komitmen nyata yang dapat diterapkan di setiap satuan pendidikan.
“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika anak merasa aman di sekolah, korban memperoleh perlindungan yang layak, laporan ditangani secara bertanggung jawab, dan seluruh warga sekolah berani menolak segala bentuk kekerasan,” ujar Yana.
Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta yang terdiri atas unsur Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gorontalo, Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo, perwakilan SMA dan SMK, serta orang tua atau wali peserta didik yang tergabung dalam pengurus komite sekolah.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



![[Siaran Pers] AI Bisa Buat Film, Wamen Nezar Patria: Sensor Film Hadapi Tantangan Baru](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-ai-bisa-buat-film-wamen-nezar-patria-sensor-film-hadapi-tantangan-baru.jpg)

![[Siaran Pers] Mini Drama AI Bermuatan Pornografi dan Judi, Wamen Nezar Patria: Kemkomdigi Cermati Pengawasan Platform](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-mini-drama-ai-bermuatan-pornografi-dan-judi-wamen-nezar-patria-kemkomdigi-cermati-pengawasan-platf.jpg)











