Headline.co.id ~ Merak, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menuntaskan pemadaman kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi di alur masuk Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, Rabu (21/10/2026). Hingga Rabu sore, pemadaman KMP Batumandi telah mencapai 100 persen dan petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan kondisi kapal tetap terpantau. Penanganan dilakukan dengan mengerahkan kapal bantuan serta melibatkan unsur Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan personel dan keamanan pelayaran di sekitar lokasi.
Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerahkan Kapal Negara (KN) Trisula P.111 untuk membantu pemadaman dan pendinginan KMP Batumandi. Kapal itu bergabung dengan sejumlah unsur yang sejak pagi melakukan penanganan terhadap asap tebal dan api yang kembali terpantau dari kapal.
Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran, Capt. Budi Mantoro, mengatakan proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan setelah api berhasil dipadamkan seluruhnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Proses pemadaman telah mencapai 100 persen dan saat ini dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan kondisi kapal tetap terpantau. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna mendukung penanganan yang aman serta menjaga keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian,” ujar Budi.
Rangkaian Penanganan KMP Batumandi Sejak Pagi
Upaya pemadaman KMP Batumandi dilakukan secara bertahap pada Rabu pagi. KN Jembio P.125 mulai melakukan pemadaman pada pukul 07.27 waktu setempat setelah asap tebal dan api kembali terlihat dari kapal.
Dukungan pendinginan kemudian diberikan oleh kapal tunda TB Ratu Harbour dan TB Gunung Cipala mulai pukul 07.45. Selanjutnya, pada pukul 08.51, KN Trisula P.111 menginformasikan bahwa kapal tersebut sedang merapat ke posisi KMP Batumandi untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan.
Kepala KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, mengatakan pemantauan dan penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) Merak, Basarnas, badan usaha pelabuhan, serta unsur terkait lainnya.
“Koordinasi terus kami perkuat bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan proses penanganan berjalan aman dan terkoordinasi, dengan tetap memperhatikan keselamatan personel serta keamanan pelayaran di sekitar lokasi kejadian,” ujar Yogie.
Menurut Yogie, koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau kondisi kapal dan menyelaraskan langkah penanganan di sekitar alur masuk Pelabuhan Penyeberangan Merak.
Oil Boom Dipasang untuk Antisipasi Pencemaran
Selain mendukung proses pendinginan melalui KNP 333, KSOP Kelas I Banten memasang oil boom di sekitar KMP Batumandi. Pemasangan peralatan ini merupakan langkah antisipasi apabila terjadi kebocoran bahan bakar atau minyak pelumas dari kapal.
Oil boom berfungsi membatasi penyebaran minyak di permukaan air. Penggunaannya ditujukan untuk mengurangi risiko pencemaran terhadap perairan, ekosistem, biota laut, serta aktivitas masyarakat pesisir di sekitar lokasi kejadian.
Untuk menunjang pemantauan dan koordinasi, posko penanganan didirikan di Gedung Sosoro Mall PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Merak. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi bagi unsur terkait untuk memantau perkembangan situasi dan menyelaraskan langkah penanganan.
Sejumlah Kapal Terlibat dalam Penanganan
Sejumlah kapal dan unsur pendukung terlibat dalam penanganan kebakaran serta evakuasi KMP Batumandi. Unsur tersebut meliputi KN Trisula P.111, KN Jembio P.125, KN SAR Tetuka, berbagai kapal tunda, kapal penyeberangan, kapal SPOB Samawa, KNP 333, serta BC 9006 dari unsur Bea Cukai.
Kemenhub terus memantau proses pendinginan KMP Batumandi setelah pemadaman dinyatakan tuntas. Kesiapsiagaan petugas, koordinasi lintas instansi, dan langkah pencegahan pencemaran laut menjadi bagian dari penanganan keadaan darurat pelayaran di perairan Merak.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat. Sinergi antarlembaga diharapkan dapat mendukung penyelesaian penanganan secara aman, menjaga keselamatan pelayaran, serta melindungi lingkungan laut di sekitar lokasi kejadian.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















