Headline.co.id, Padang Panjang ~ Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang, Sumatra Barat, memperkuat sinergi dengan PT PLN untuk mendukung masyarakat berpenghasilan rendah dan memastikan kebutuhan listrik warga terpenuhi. Pembahasan itu berlangsung dalam audiensi Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis bersama jajaran PLN di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (20/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, PLN menyampaikan rencana bantuan bagi sekitar 100 kepala keluarga (KK) dari kelompok desil 1 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah. Selain bantuan sosial, audiensi membahas kebutuhan listrik untuk hunian tetap (huntap) serta pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Padang Panjang.
PLN Siapkan Bantuan untuk Kelompok Desil 1
Manager PLN UP3 Bukittinggi M. Julnansyah N. menyampaikan rencana program bantuan untuk masyarakat yang masuk kelompok desil 1. Program tersebut direncanakan menyasar sekitar 100 KK di Padang Panjang.
Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung peningkatan kesejahteraan warga.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menyambut baik program PLN yang berorientasi pada pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, Pemko Padang Panjang terbuka untuk bekerja sama dengan PLN agar program yang dijalankan memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Pemko sangat terbuka terhadap program-program PLN untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Padang Panjang. Kami siap bersinergi agar program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hendri.
Kebutuhan Listrik untuk Hunian Tetap
Audiensi Pemko Padang Panjang dan PLN juga membahas kesiapan jaringan serta kebutuhan listrik untuk hunian tetap. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan pasokan listrik yang memadai bagi masyarakat yang akan menempati hunian tersebut.
Ketersediaan listrik di huntap menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan karena pasokan yang memadai diperlukan untuk menunjang kenyamanan dan aktivitas warga. Pemko dan PLN membahas kebutuhan tersebut sebagai bagian dari penguatan koordinasi di bidang kelistrikan.
Selain memastikan kebutuhan listrik untuk hunian tetap, komunikasi kedua pihak diarahkan untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Padang Panjang.
Pengembangan SPKLU di Padang Panjang
Pemko Padang Panjang dan PLN turut membahas pengembangan fasilitas SPKLU. Hendri menyatakan Pemko terbuka terhadap penambahan fasilitas tersebut sesuai kebutuhan.
Menurut Hendri, pengembangan SPKLU diperlukan untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat. Infrastruktur kelistrikan, kata dia, perlu dikembangkan sejalan dengan kebutuhan warga dan perkembangan teknologi.
Pengembangan fasilitas tersebut menjadi salah satu bagian dari pembahasan kerja sama Pemko dan PLN, selain program bantuan bagi warga berpenghasilan rendah serta pemenuhan kebutuhan listrik di hunian tetap.
Koordinasi Pemko dan PLN Diperkuat
Audiensi tersebut turut dihadiri Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Padang Panjang Edri Wahyuni. Hendri didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kesatuan Bangsa dan Politik (BPBD Kesbangpol) Mihandrik.
Pemko Padang Panjang berharap komunikasi dan koordinasi dengan PLN terus diperkuat. Kerja sama itu mencakup upaya menjaga keandalan pasokan listrik, pelaksanaan program sosial, serta pengembangan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung pembangunan daerah.
Melalui sinergi tersebut, Pemko Padang Panjang dan PLN membahas pemenuhan kebutuhan masyarakat dari sisi kesejahteraan maupun layanan listrik, termasuk bagi kelompok desil 1 dan warga yang akan menempati hunian tetap.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















