Headline.co.id ~ Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri mengajak masyarakat Muara Angke, Jakarta Utara, mencegah perundungan atau bullying. Pesan itu disampaikan saat Fajri mengikuti kegiatan Subuh Keliling di Masjid At Taufiqul Mubarok, Muara Angke, pada Sabtu (17/10/2026). Ia mengingatkan warga bahwa kebiasaan mengejek, mengolok-olok, dan merendahkan orang lain dapat menyakiti perasaan serta merusak hubungan sosial. Melalui kegiatan tersebut, polisi mendorong warga, tokoh agama, dan pengurus masjid memperkuat kerukunan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres Tanjung Priok Tekankan Bahaya Bullying
Dalam kegiatan Subuh Keliling itu, Kapolres Tanjung Priok mengajak warga membangun lingkungan yang aman, rukun, dan saling menghargai. Menurut Fajri, pencegahan perundungan harus dimulai dari kesadaran setiap individu dalam menjaga ucapan dan perilaku, baik di lingkungan tempat tinggal maupun dunia pendidikan.
“Tindakan mengolok-olok, mengejek, maupun merendahkan orang lain dapat menimbulkan dampak negatif, menyakiti perasaan, serta merusak hubungan sosial di tengah masyarakat,” kata Fajri.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia juga menegaskan bahwa perundungan bukan tindakan yang dapat dibenarkan. “Aksi bullying atau perundungan, mengolok-olok dan mengejek dilarang oleh agama dan negara,” kata dia.
Fajri menyampaikan, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan. Sikap saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama dinilai penting agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk merendahkan orang lain.
Subuh Keliling Buka Ruang Komunikasi dengan Warga
Selain menyampaikan pesan antiperundungan, kegiatan Subuh Keliling dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan kepolisian dan masyarakat. Melalui pertemuan langsung dengan warga, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berupaya membuka ruang komunikasi dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kamtibmas.
“Kehadiran pimpinan Polri secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat membuka ruang komunikasi, memperkuat kepercayaan publik dan memudahkan penyampaian aspirasi dan informasi terkait situasi kamtibmas,” ujarnya.
Pertemuan langsung itu juga menjadi sarana penyampaian pesan keamanan dan ketertiban kepada warga Muara Angke. Masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar serta berani mencegah tindakan perundungan.
Sinergi Warga dan Tokoh Agama Jaga Kamtibmas
Fajri menilai keterlibatan tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga kerukunan serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini. Sinergi berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya suasana yang aman dan kondusif di Muara Angke, Jakarta Utara.
“Kami berharap sinergi Polri, tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat semakin kuat guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif, khususnya di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara,” kata Fajri.
Ia menjelaskan, kegiatan Subuh Keliling merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Kapolri. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat silaturahmi polisi dan masyarakat.
“Ini bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus sarana memperkuat silaturahmi, membangun komunikasi yang harmonis, serta menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” katanya.
Melalui kegiatan itu, masyarakat diharapkan berperan aktif menciptakan suasana yang aman dan saling menghormati. Upaya mencegah perundungan juga diharapkan dimulai dari lingkungan terdekat dengan menjaga ucapan, perilaku, dan kepedulian terhadap sesama.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















