KPK: Paut Syakarin Beri Uang “ketok palu” RAPBD Jambi

  • Whatsapp
Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto
Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto saat jumpa pers di Gedung KPK terkait dengan penahanan Paut Syakarin dari pihak swasta tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi

Headline.co.id (Jakarta) ~ Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa Tersangka Paut Syakarin (PS) dari pihak swasta berperan sebagai pemberi uang “ketok palu” terkait dengan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi. Hal tersebut diungkapkannya saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta yang disiarkan akun Youtube KPK, Minggu.

baca juga: Sambut Liga 2 2021, Semen Padang FC terus Lakukan Pemebenahan TIM

“Tersangka PS sebagai salah satu pihak swasta yang diduga berperan antara lain sebagai penyokong dana dan pemberi uang “ketok palu” tambahan untuk para anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi dengan besaran masing-masing Rp150 juta terkait dengan RAPBD Provinsi Jambi pada tahun anggaran 2017,” ungkap Setyo.

Hal tersebut terungkap dalam konstruksi perkara yang menjerat Paut sebagai tersangka.

Setyo menambahkan bahwa pemberian uang oleh Paut diduga agar perusahaan miliknya bisa mendapatkan beberapa proyek di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi 2017.

baca juga: Gelar Vaksinasi Covid-19 Secara Massal, Papmiso-TMP Dapat Apresiasi dari Menkop UKM

Setyo menjelaskan bahwa para unsur pimpinan DPRD Jambi diduga meminta uang “ketok palu”, menagih kesiapan uang “ketok palu”, melakukan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut, meminta jatah proyek dan/atau menerima uang dalam kisaran Rp100 juta atau Rp600 juta per orang.

Para unsur pimpinan fraksi dan komisi di DPRD Jambi diduga mengumpulkan anggota fraksi untuk menentukan sikap terkait dengan pengesahan RAPBD Jambi, membahas, dan menagih uang “ketok palu”, menerima uang untuk jatah fraksi sekitar dalam kisaran Rp400 juta hingga Rp700 juta untuk setiap fraksi, dan/atau menerima uang untuk perorangan dalam kisaran Rp100 juta, Rp140 juta atau Rp200 juta.

Adapun jumlah dana yang disiapkan oleh tersangka Paut sekitar sejumlah Rp2,3 miliar dengan pembagian uang sebesar Rp325 juta pada bula November 2016.

baca juga: Catat! Ini Rician Jalan Yang di Tutup di Kota Bandar Lampung Saat PPKM Level 4

Pemberian uang oleh tersangka Paut tersebut melalui seorang bernama Hasanudin kepada Anggota DPRD Jambi 2014-2019 Effendi Hatta di lapangan parkir Bandara Sultan Thaha Jambi sebagai titipan untuk 13 anggota komisi III yang masing-masing mendapatkan Rp25 juta perorang dan sudah dibagikan oleh Anggota DPRD Jambi 2014-2019 Zainal Abidin kepad 13 anggota komisi III di salah satu hotel di Bogor, Jawa Barat saat acara bimtek.

Kemudian, uang sebesar Rp 1,950 miliar pada akhir Januari 2017 bertempat di rumah tersangka Paut kembali dilakukan pemberian uang oleh tersangka Paut kepada Effendi Hatta dan Zainal Abidin yang kemudian diserahkan oleh Effendi Hatta dan Zainal Abidin kepada 13 anggota komisi III lainnya.

baca juga: Sambut Baik Liga 1 2021, Borneo FC Perkenalkan Jersey Klub Dengan Misi misi “Local Pride”

Selain itu, Setyo juga mengungkapkan dalam penyidikan kasus dugaan suap tersebut, KPK telah menyita uang sekitar Rp8,075 miliar.

Tersangka Paut disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *