Headline.co.id, Bogor ~ Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyiapkan bantuan bedah rumah bagi pasangan lanjut usia, Roip (81) dan Amanah (76), di Kampung Gunung Cabe, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Bantuan tersebut disiapkan untuk memperbaiki rumah pasangan lansia yang kondisinya tidak layak huni dan nyaris roboh. Rencana itu disampaikan pada 18 Oktober 2026 melalui kolaborasi dengan Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (Indonesian Police Lovers Community). Inisiatif tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan dan bagian dari semangat Polisi Bersama Masyarakat.
Rumah yang ditempati Roip dan Amanah menjadi perhatian karena kondisinya dinilai membahayakan. Selain bangunan yang hampir roboh, bagian dapur rumah pasangan tersebut juga dilaporkan tidak layak digunakan.
Roip dan Amanah Mengandalkan Bantuan PKH
Berdasarkan keterangan warga setempat, Roip dan Amanah mengandalkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) serta dukungan tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah usia lanjut, Roip masih berusaha mencari nafkah sebagai buruh tani serabutan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sementara itu, Amanah mengurus kebutuhan rumah tangga. Keterbatasan ekonomi membuat pasangan tersebut bergantung pada bantuan yang diterima dan kepedulian warga sekitar.
“Untuk makan sehari-hari Kakek-Nenek ini hanya mengandalkan bantuan PKH. Rumahnya sudah benar-benar tidak layak huni, akan roboh,” ujar Sumirah, warga setempat.
Keterangan tersebut menggambarkan kondisi hunian Roip dan Amanah yang membutuhkan perbaikan. Rencana bedah rumah diharapkan dapat membuat pasangan lansia itu memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak.
Penglihatan Roip Terganggu karena Katarak
Kesulitan yang dihadapi pasangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi rumah dan ekonomi. Menurut Sumirah, penglihatan Roip telah terganggu. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya katarak.
Kondisi itu membatasi kemampuan Roip untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup bersama istrinya. Sebagai buruh tani serabutan, gangguan penglihatan tersebut menjadi hambatan tambahan bagi Roip yang masih berupaya mencari nafkah meski telah berusia 81 tahun.
“Kami juga prihatin warga sekitar sini sangat kasian dengan kondisi Kakek Roip yang sudah tidak bisa melihat lagi secara jelas,” kata Sumirah.
Perhatian terhadap Roip dan Amanah mencakup persoalan tempat tinggal, keterbatasan ekonomi, serta masalah kesehatan. Ketiga kondisi tersebut membuat pasangan lansia itu berada dalam situasi rentan dan membutuhkan dukungan.
Kolaborasi melalui Polisi Bersama Masyarakat
Bantuan bedah rumah disiapkan Kapolri Suyudi bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kepedulian sosial melalui tindakan yang menjawab kebutuhan nyata warga.
Semangat Polisi Bersama Masyarakat menekankan pentingnya kehadiran Polri yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dalam konteks bantuan untuk Roip dan Amanah, perhatian diarahkan kepada warga lanjut usia yang menghadapi kondisi hunian memprihatinkan dan keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui kolaborasi tersebut, Polri berupaya mendukung masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian bersama terhadap kondisi warga di lingkungan sekitar. Rencana bedah rumah itu juga diharapkan menjadi bentuk perhatian terhadap kelompok rentan.
Kehadiran Polri, sebagaimana semangat tersebut, tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan penegakan hukum. Kepedulian sosial yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat bagi warga.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















