Headline.co.id, Lumajang ~ Kegiatan Sesarengan Datheng Ing Balai Desa atau Srawung Laisa digelar pada malam peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Minggu (17/8/2025). Program kolaborasi mahasiswa KKN Kolaboratif 92 dan Pemerintah Desa Tukum itu menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat. Selain pentas seni dan musik akustik, panitia menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi warga. Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat silaturahmi, menghidupkan budaya guyub, serta menumbuhkan semangat persatuan dari lingkungan desa.
Srawung Laisa Hadirkan Layanan untuk Warga
Balai Desa Tukum menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam peringatan kemerdekaan tersebut. Melalui Srawung Laisa, balai desa tidak hanya digunakan sebagai tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi warga.
Layanan cek kesehatan gratis menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang disiapkan panitia. Kehadiran layanan tersebut melengkapi suasana peringatan HUT ke-80 RI yang tidak hanya diisi hiburan, tetapi juga kegiatan yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kegiatan itu merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN Kolaboratif 92 bersama Pemerintah Desa Tukum. Kolaborasi tersebut dirancang untuk menghadirkan ruang kebersamaan baru bagi masyarakat desa dalam suasana peringatan kemerdekaan.
Kepala Desa Tukum, Susanto, mengatakan balai desa perlu dihidupkan sebagai ruang bersama bagi warga. Ia menilai kegiatan seperti Srawung Laisa dapat memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat persatuan.
“Balai Desa ini harus hidup, harus menjadi rumah kedua bagi warga. Melalui kegiatan ini, kita buktikan bahwa dari desa, semangat kebersamaan dan persatuan bangsa terus tumbuh,” ujar Susanto.
Panggung Seni Jadi Ruang Ekspresi Generasi Muda
Selain layanan cek kesehatan gratis, Srawung Laisa menghadirkan panggung pentas seni dan musik akustik. Panggung tersebut menjadi wadah ekspresi bagi generasi muda dalam rangkaian acara peringatan HUT ke-80 RI di Desa Tukum.
Pentas seni dan musik akustik juga memberi warna pada kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Tukum. Acara tidak hanya diarahkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempertemukan warga dan memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan itu, budaya guyub kembali dihidupkan. Srawung Laisa menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi, menjembatani perbedaan, serta menumbuhkan semangat gotong royong yang disebut sebagai bagian dari identitas bangsa.
Antusiasme masyarakat Desa Tukum terlihat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Kebersamaan warga menjadi bagian penting dari pesan yang dibawa Srawung Laisa, yakni bahwa semangat nasionalisme dan persatuan dapat tumbuh melalui kegiatan bersama di tingkat desa.
KKN Kolaboratif 92 Harapkan Kegiatan Berlanjut
Koordinator Desa KKN Kolaboratif 92, Farras Avrilla Daffa Wahyudi, mengatakan kegiatan Srawung Laisa diharapkan tidak berhenti sebagai acara satu kali. Menurut dia, program tersebut dirancang agar dapat meninggalkan kesan dan berlanjut di tengah masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang bisa terus dilanjutkan warga, bukan sekadar kegiatan sekali jalan,” ucap Farras.
Harapan keberlanjutan itu menjadi salah satu penekanan dalam pelaksanaan Srawung Laisa. Kegiatan tersebut tidak hanya mempertemukan warga dalam suasana peringatan kemerdekaan, tetapi juga mendorong agar ruang kebersamaan di Balai Desa Tukum terus dimanfaatkan.
Acara kemudian ditutup dengan musik sederhana. Penutupan itu menjadi bagian akhir dari malam peringatan HUT ke-80 RI di Desa Tukum yang diisi kebersamaan, pentas seni, layanan cek kesehatan gratis, serta pesan tentang persatuan dan cinta tanah air.
(MC Kab. Lumajang/KIM Tukum Mandiri/Luqman/An-m)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















