Komisi VIII: Tidak Ada Menag Membandingkan Azan, Tidak Perlu Gorengan

Komisi VIII DPR Yandri Susanto
Komisi VIII DPR Yandri Susanto. (Ist)

Komisi VIII: Tidak Ada Menag Membandingkan Azan, Tidak Perlu Gorengan ~ Headline.co.id (Jakarta). Ketua Komisi VIII Yandri Susanto menegaskan bahwa Menteri Agama sama sekali tidak membandingkan azan dengan lainnya. Karenanya, Yandri meminta masyarakat untuk tidak melakukan framing dengan isu yang tidak benar.

Baca juga: Dinkes Kalbar Bagikan Tips Jaga Telinga pada Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran

“Tidak ada Menag membandingkan Azan, tidak perlu gorengan,” tegas Yandri usai memberikan sambutan pada Rakernas Ditjen Bimas Islam di Serang, Kamis (3/3/2022).

“Menag tidak melarang azan, tidak melarang toa, tidak melarang lainnya. Yang perlu diatur volumenya,” lanjutnya

Baca juga: Wagub Jateng: Orang Tua Dituntut Lebih Cermat Pilih Lembaga Pendidikan Agama untuk Anak

Yandri menegaskan bahwa dirinya sudah mendapat klarifikasi dan memastikan Menag tidak membandingkan azan. Untuk itu, Yandri menolak cara demo yang tidak santun.

“Jika ada protes silakan saja tapi dengan kesantunan,” tegasnya.

“Berhentilah menggoreng yang tidak perlu. Kembali ke kehidupan normal, beribadah sesuai agama masing-masing,” lanjutnya.

Baca juga: Apa Itu Obesitas? Ini Bahayanya dan Antisipasinya pada Anak

Dikatakan Yandri, Edaran Menteri Agama No SE 05 Tahun 2022  tujuannya sangat baik. Namun, Yandri berharap aturannya tidak disamaratakan antar daerah. Sebab, lanjutnya, kondisi antara daerah berbeda-besa. Untuk itu, perlu ditambahkan satu klausul yang memperhatikan kearifan lokal.

Yandri mencontohkan kondisi di Papua beda dengan Aceh. Kondisi Aceh juga beda dengan Banten, Bengkulu, Jatim, dan lainnya. “Di Ciputat, penduduknya hampir 400 ribu. Sementara kalau di Sumatera, itu jumlah penduduk untuk satu kabupaten, di Papua malah dua kabupaten. Jadi, jika disamaratakan tidak kena,” tuturnya.

Baca juga: Mesum Saat Kuliah Umum, Mahasiswi UIN Suska Riau Dikeluarkan Dari Kampus

“Ada daerah yang daerahnya sangat luas. Di Bengkulu ada daerah yang masjidnya hanya satu. Jika volumennya dikurangi tidak kedengaran. Jadi volumenya tidak disamaratakan,” tandasnya.

Baca juga: Tiga Isu Strategis Disnaker Dirumuskan Jadi Enam Program dan 16 Kegiatan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.