Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Koordinator Bidang Pangan menekankan pentingnya edukasi konsumsi susu sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Peningkatan sektor persusuan tidak hanya terkait dengan produksi pangan, tetapi juga merupakan investasi langsung terhadap kualitas generasi masa depan.
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, menyatakan bahwa peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat komitmen lintas sektor dalam membangun industri persusuan nasional yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. “Hari Susu Nusantara bukan sekadar momentum seremonial untuk mengingat pentingnya susu, tetapi juga penguatan komitmen bersama dalam membangun sektor persusuan nasional yang maju dan berkelanjutan,” ujar Widiastuti dalam puncak peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Widiastuti menekankan bahwa pembangunan sektor persusuan harus dilihat dalam perspektif yang lebih luas. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan produksi dan konsumsi, tetapi juga sebagai fondasi pembangunan manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan kompetitif. “Pembangunan sektor persusuan adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing,” katanya.
Rangkaian Hari Susu Nusantara 2026 telah dimulai sejak akhir Mei dengan berbagai kegiatan edukatif, mulai dari sosialisasi di sekolah dasar hingga perguruan tinggi, kunjungan ke peternakan, hingga observasi ke industri pengolahan susu. Menurut Widiastuti, pendekatan edukatif ini diperlukan agar masyarakat memahami pentingnya susu sebagai bagian dari pola konsumsi gizi seimbang.
Pada acara puncak di Gelora Bung Karno, kegiatan diawali dengan fun walk, kunjungan ke stan edukasi, dan diskusi interaktif yang melibatkan pemerintah, pelaku industri, akademisi, peneliti, peternak, hingga mahasiswa. Widiastuti mengungkapkan bahwa antusiasme publik terhadap kampanye tersebut cukup tinggi, dengan lebih dari 2.000 peserta melakukan registrasi secara daring untuk mengikuti kegiatan puncak. Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap isu gizi dan ketahanan pangan semakin meningkat. “Antusiasme ini menunjukkan masyarakat semakin memahami bahwa membangun generasi kuat harus dimulai dari penguatan gizi sejak dini,” ujarnya.
Kemenko Pangan menilai bahwa penguatan sektor persusuan membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, swasta, asosiasi peternak, hingga kalangan akademisi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi ekosistem persusuan nasional, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun konsumsi. Melalui Hari Susu Nusantara 2026, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi susu terus meningkat, sehingga mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat dan tangguh untuk menopang visi Indonesia Emas 2045.





















