Pertandingan Brasil vs Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 bukan sekadar duel antara tim unggulan melawan kuda hitam. Di balik status Brasil sebagai pemilik lima gelar juara dunia, terdapat fakta menarik bahwa Maroko pernah mempermalukan Selecao dalam pertemuan terakhir kedua tim. Kini, pertanyaan besar pun muncul: mampukah Atlas Lions kembali mengukir kejutan di panggung sepak bola terbesar dunia?
Duel Brasil vs Maroko akan berlangsung di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026) pukul 05.00 WIB. Pertandingan ini menjadi langkah awal kedua tim dalam upaya mengamankan tiket ke babak gugur Piala Dunia 2026, sekaligus menguji ambisi besar yang mereka bawa ke Amerika Utara.
Bagi Brasil, kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga status favorit juara. Namun bagi Maroko, laga ini merupakan kesempatan untuk membuktikan bahwa keberhasilan mereka di Piala Dunia 2022 bukan sekadar cerita indah yang sulit diulang.
Maroko Pernah Menumbangkan Brasil
Jika melihat sejarah panjang sepak bola dunia, Brasil memang berada jauh di atas Maroko dalam hal tradisi dan prestasi. Selecao merupakan satu-satunya negara yang telah meraih lima trofi Piala Dunia.
Namun, catatan masa lalu menunjukkan bahwa Atlas Lions mampu memberikan luka bagi raksasa Amerika Selatan tersebut.
Pada Piala Dunia 1998, Brasil sukses mengalahkan Maroko dengan skor telak 3-0. Akan tetapi, pertemuan terakhir kedua negara justru menghadirkan hasil berbeda. Dalam laga persahabatan pada Maret 2023 di Tangier, Maroko berhasil mengalahkan Brasil dengan skor 2-1.
Kemenangan itu menjadi simbol perubahan kekuatan sepak bola Maroko yang semakin diperhitungkan di level internasional.
Brasil Datang dengan Tekanan Besar
Sebagai tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia, ekspektasi terhadap Brasil tidak pernah berubah: menjadi juara.
Namun, sejak terakhir kali mengangkat trofi pada 2002, perjalanan Selecao kerap berakhir dengan kekecewaan. Bahkan, mereka hanya sekali mencapai semifinal dalam enam edisi terakhir.
Kini, harapan besar berada di pundak Carlo Ancelotti yang menjalani debutnya sebagai pelatih Brasil di putaran final Piala Dunia.
Meski lebih diunggulkan, pelatih asal Italia itu tidak ingin anak asuhnya terlena oleh status favorit.
“Semua tim yang hadir di Piala Dunia ini memiliki kualitas dan Maroko bukan pengecualian,” ujar Ancelotti.
Ia menegaskan bahwa fokus dan keseimbangan permainan menjadi kunci.
“Kami ingin mengendalikan pertandingan ketika kami menguasai bola, tetapi kami juga harus terorganisasi saat tidak menguasai bola,” katanya.
Atlas Lions Tak Lagi Takut pada Nama Besar
Piala Dunia 2022 menjadi titik balik bagi sepak bola Maroko. Mereka mencatat sejarah sebagai tim Afrika dan Arab pertama yang mampu menembus semifinal.
Belgia, Spanyol, hingga Portugal menjadi korban keganasan Atlas Lions di Qatar. Prestasi tersebut mengubah cara dunia memandang Maroko.
Mereka bukan lagi tim yang datang untuk belajar, melainkan lawan yang mampu mengancam siapa saja.
Pelatih timnas Maroko memastikan skuadnya berada dalam kondisi terbaik menjelang laga melawan Brasil.
“We are very happy to be here,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kepercayaan diri para pemain sedang berada pada level tinggi.
“It’s clear that the atmosphere is positive. We are very confident. We trust in the physical condition of the players, in what we have put in place, and in the principles and values we have instilled,” ujarnya.
Hakimi Yakin Maroko Bisa Berbicara Banyak
Kapten Maroko, Achraf Hakimi, tidak menampik kualitas yang dimiliki Brasil. Namun, ia percaya Atlas Lions juga mempunyai kekuatan yang bisa diandalkan.
“Kami tahu Brasil, sejarah mereka, kualitas para pemainnya. Tetapi kami juga punya kualitas. Di Afrika, mereka menyebut kami sebagai ‘Brasil dari Afrika’. Kami adalah pemain-pemain bertalenta dan memiliki kekuatan kami sendiri,” kata Hakimi.
Bek Paris Saint-Germain itu menegaskan bahwa target utama timnya adalah mengawali turnamen dengan hasil positif.
“Kami sepenuhnya fokus pada pertandingan pertama. Kami ingin memulai dengan cara terbaik. Saat ini kami hanya memikirkan pertandingan besok, memberikan performa terbaik, dan memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Neymar Absen, Brasil Andalkan Vinicius
Brasil dipastikan belum diperkuat Neymar dalam laga pembuka Grup C. Penyerang senior tersebut masih menjalani pemulihan cedera betis.
“Neymar bekerja dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Kami berharap dia menyelesaikan proses pemulihannya dan dapat kembali diintegrasikan ke dalam tim mulai pekan depan,” tutur Ancelotti.
Absennya Neymar membuat perhatian tertuju kepada Vinicius Junior yang diprediksi menjadi motor serangan Selecao.
Pemain Real Madrid itu menegaskan bahwa kepentingan tim lebih penting daripada ambisi pribadi.
“Saya tidak peduli dengan gelar individu. Saya tidak berada di sini untuk menjadi pemain terbaik turnamen. Saya di sini untuk membantu Brasil meraih gelar Piala Dunia keenam,” kata Vinicius Jr.
Ia juga mengaku telah belajar dari kegagalan Brasil pada edisi sebelumnya.
“Kami harus melakukan hal-hal dengan cara berbeda. Ada pelajaran yang kami dapatkan,” ujarnya.
Mampukah Sejarah Terulang?
Secara kualitas individu dan kedalaman skuad, Brasil memang masih layak menyandang status unggulan dalam laga Brasil vs Maroko di Piala Dunia 2026.
Namun, sepak bola tidak selalu ditentukan oleh nama besar dan sejarah. Maroko telah membuktikan bahwa disiplin bertahan, transisi cepat, serta keberanian menghadapi tim elite dapat menghasilkan kejutan.
Jika Atlas Lions mampu mengulang organisasi permainan seperti yang mereka tunjukkan di Qatar 2022, bukan tidak mungkin Brasil kembali dipaksa bekerja keras, bahkan berisiko mengulang kekecewaan seperti pertemuan terakhir mereka pada 2023.
Sementara bagi Brasil, laga ini bukan hanya tentang tiga poin. Ini adalah ujian awal untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar siap mengakhiri penantian panjang menuju gelar juara dunia keenam.
Jadwal Brasil vs Maroko
Grup C Piala Dunia 2026
Minggu, 14 Juni 2026
Kick-off: 05.00 WIB
Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey
Siaran langsung: TVRI
Live streaming: Platform resmi pemegang hak siar
Pada akhirnya, pertandingan Brasil vs Maroko menawarkan lebih dari sekadar duel pembuka fase grup. Ada sejarah yang ingin dipertahankan Brasil, ada mimpi besar Maroko untuk kembali menciptakan kejutan. Pertanyaannya, mampukah Atlas Lions sekali lagi mempermalukan Selecao di panggung Piala Dunia 2026?




















