Headline.co.id ~ Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 833/Bumi Daranante (BD) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (9/10/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, Menhan menekankan tanggung jawab prajurit di wilayah perbatasan untuk menjaga keamanan, martabat bangsa, dan kesejahteraan masyarakat. Pesan itu disampaikan setelah Menhan menerima paparan kesiapan operasional satuan dan memberikan pengarahan kepada prajurit Yonif TP 833/BD. Menhan juga mendorong satuan tersebut membantu pemerintah daerah melalui fungsi pembangunan yang dimilikinya.
Menhan Sjafrie Tekankan Tanggung Jawab Prajurit Perbatasan
Kunjungan kerja Menhan diawali dengan pertemuan silaturahmi bersama Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena beserta jajaran pemerintah daerah. Setelah itu, Menhan menerima paparan dari Komandan Yonif TP 833/Bumi Daranante mengenai kesiapan operasional pangkalan serta pengembangan fasilitas kesatrian.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan Menhan kepada seluruh prajurit Yonif TP 833/BD. Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie mengapresiasi keberadaan prajurit yang kini resmi menempati Kesatrian Yonif TP 833/BD.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Menhan, kesatrian tersebut merupakan benteng pertahanan sekaligus kehormatan satuan. Karena dibangun oleh rakyat dan diserahkan kepada negara untuk digunakan, prajurit diminta menghargai fasilitas tersebut dengan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di sekitarnya.
“Kesatrian ini adalah benteng dan kehormatanmu yang dibangun oleh rakyat dan diserahkan kepada negara untuk kalian pergunakan. Prajurit harus menghargai pemberian rakyat dengan membuat aman dan nyaman masyarakat yang ada di sekelilingmu!” tegas Menhan Sjafrie.
Menhan mengingatkan bahwa Yonif TP 833/BD berada di garis perbatasan Indonesia dengan negara tetangga. Posisi tersebut membuat prajurit memikul tanggung jawab besar dalam menjaga rakyat Indonesia.
Dua Fungsi Yonif TP 833/Bumi Daranante
Dalam pengarahan itu, Menhan menjelaskan dua fungsi utama yang diemban Yonif TP 833/BD. Pertama, satuan tersebut berfungsi sebagai Batalyon Tempur. Karena itu, setiap prajurit wajib memiliki kemampuan menembak, bela diri, dan patroli hutan, serta siap ditugaskan di seluruh wilayah nasional.
Kedua, Yonif TP 833/BD berfungsi sebagai Batalyon Teritorial Pembangunan. Satuan ini dilengkapi Kompi Pertanian, Peternakan, Kesehatan, dan Konstruksi.
Melalui fungsi tersebut, prajurit dibekali keterampilan untuk membantu pemerintah daerah dan memperkuat perekonomian warga lokal. Peran itu menjadi bagian dari tanggung jawab satuan di kawasan perbatasan, selain menjalankan tugas pertahanan.
Menhan juga mengingatkan prajurit mengenai sumber daya yang mereka gunakan dalam menjalankan pengabdian. Ia menegaskan bahwa perlengkapan, kesatrian, dan kemampuan prajurit berasal dari rakyat.
“Orang tuamu sudah mewakafkan kamu kepada negara untuk mengabdi kepada rakyat. Perlengkapanmu, kesatrianmu, dan kemampuanmu semua berasal dari rakyat. Dalam 8 Wajib TNI tertulis jelas tidak boleh sekali-kali menyakiti hati rakyat! Justru harus mengatasi kesulitan masyarakat di sekitarmu,” lanjut Menhan.
Yonif TP 833 Akan Bersinergi Bangun Perbatasan
Selain menjalankan fungsi tempur dan pembangunan, Yonif TP 833/BD akan bersinergi dengan Batalyon Zeni Konstruksi untuk membangun infrastruktur di kawasan perbatasan. Sinergi tersebut diarahkan agar wilayah perbatasan Indonesia semakin kokoh, bermartabat, dan sejahtera.
Menhan berpesan agar seluruh prajurit tetap memegang teguh nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Ia juga meminta prajurit menjaga loyalitas serta persatuan Bhinneka Tunggal Ika.
Kunjungan kerja Menhan ke Yonif TP 833/BD turut didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kementerian Pertahanan, Panglima Kodam XII/Tanjungpura, serta Komandan Korem 121/Alambhana Wanawai.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















