Headline.co.id, Sleman ~ Puskesmas Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mempelajari teknologi elektrolisa untuk mengubah air hujan menjadi air bersih di Sekolah Air Hujan (SAH) Banyu Bening, Sleman, Selasa (29/9/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk mencari solusi atas krisis air bersih yang dihadapi Puskesmas Kare, yang berada di wilayah pegunungan. Jajaran puskesmas mempelajari inovasi Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan (ISLAH), yang menggabungkan penampungan air hujan dengan proses pemurnian. Inovasi tersebut dinilai penting karena ketersediaan air higienis dibutuhkan untuk mendukung layanan rawat inap dan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED).
Lawatan lintas provinsi itu mempertemukan jajaran Puskesmas Kare dengan pengelola SAH Banyu Bening Sleman. Di lokasi tersebut, air hujan tidak dipandang sebagai limpasan yang terbuang, tetapi dikelola sebagai sumber air melalui sistem yang terencana.
Puskesmas Kare Hadapi Krisis Air Bersih
Puskesmas Kare berada di kawasan dengan topografi pegunungan. Kondisi tersebut membuat fasilitas kesehatan itu menghadapi persoalan ketersediaan air bersih. Padahal, pasokan air yang higienis menjadi bagian penting dalam menunjang operasional pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien rawat inap.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kebutuhan air bersih juga berkaitan dengan pelaksanaan PONED di Puskesmas Kare. Karena itu, pengelolaan sumber air alternatif menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Air hujan dipelajari sebagai salah satu sumber daya yang dapat ditampung dan diolah untuk memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan.
Kepala SAH Banyu Bening Sleman, Kamaludin, menjelaskan bahwa pemanfaatan curah hujan secara terencana dapat menjadi penyangga bagi wilayah yang memiliki sumber air tidak menentu. Menurut dia, air hujan perlu dikelola dengan sistem yang tepat agar dapat berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
“Air hujan perlu dipandang sebagai sumber daya yang dapat dikelola. Dengan sistem yang tepat, air hujan dapat menjadi bagian dari solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Kamaludin saat berdiskusi dengan jajaran Puskesmas Kare.
ISLAH Padukan Penampungan dan Elektrolisa
Inovasi yang dipelajari Puskesmas Kare di SAH Banyu Bening adalah Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan atau ISLAH. Sistem ini tidak hanya berfungsi menampung air hujan, tetapi juga memadukan proses pemurnian melalui teknologi elektrolisa.
Kamaludin menguraikan, proses elektrolisa dapat meningkatkan kualitas air yang telah ditampung. Dengan pengolahan tersebut, air hujan diarahkan agar aman dikonsumsi dan memenuhi standar kelayakan bagi fasilitas kesehatan.
Teknologi itu menjadi salah satu bagian dari tata kelola air yang diamati langsung oleh rombongan Puskesmas Kare. Kunjungan tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai pengelolaan air hujan dari tahap penampungan hingga proses pemurnian.
Kepala Puskesmas Kare, dr. Agnes Ani Triana, menyampaikan harapan agar pengetahuan yang diperoleh dari kunjungan itu dapat dikembangkan sesuai kondisi wilayah kerja puskesmas. Ia menilai karakter wilayah pegunungan perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun pengelolaan air.
“Semoga pengetahuan ini bisa menjadi bahan pengembangan pengelolaan air sesuai kondisi dan kebutuhan wilayah kerja Puskesmas Kare yang tergolong sebagai daerah pegunungan,” ujar dr. Agnes.
Ketahanan Air Bergantung pada Perubahan Perilaku
Dalam pertemuan tersebut, Kamaludin mengingatkan bahwa ketahanan air yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi. Menurut dia, keberhasilan pengelolaan air hujan juga membutuhkan kehendak bersama untuk mengubah perilaku.
Kesadaran masyarakat untuk menampung, mengolah, dan memanfaatkan air hujan secara bijak disebut menjadi faktor penting dalam membangun kemandirian air. Pengelolaan tersebut juga dipandang relevan di tengah ancaman krisis iklim.
Bagi Puskesmas Kare, pembelajaran mengenai air hujan jadi air bersih melalui ISLAH dan teknologi elektrolisa menjadi bahan untuk mempertimbangkan pengembangan pengelolaan air di wilayah pegunungan. Adaptasi inovasi itu selanjutnya diharapkan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan pelayanan kesehatan setempat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















