Headline.co.id, Jakarta ~ Campuran buah dalam salad atau smoothie perlu diperhatikan karena beberapa kombinasi disebut dapat memicu kembung dan gangguan pencernaan. Dokter ahli gizi dari Vietnam Institute of Applied Medicine, Toan Thi Ngoc Anh, menjelaskan hal itu dalam artikel kesehatan yang dimuat pada 23 September 2026. Menurut Anh, perbedaan kecepatan pencernaan setiap buah dapat membuat kombinasi tertentu lebih sulit dicerna. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan makanan berfermentasi di saluran pencernaan, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
“Akibatnya, kombinasi buah tertentu bisa mengganggu sistem pencernaan seiring waktu berjalan,” ujar Anh, dikutip dari VN Express, Minggu (20/9/26).
Anh mengelompokkan buah berdasarkan karakteristiknya, yakni buah asam seperti jeruk dan lemon, buah manis seperti pisang dan anggur, buah netral seperti pepaya dan apel, serta buah kaya air seperti semangka dan melon. Setiap kelompok buah disebut dicerna dengan kecepatan berbeda dan bekerja paling maksimal dalam kondisi pH lambung tertentu.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Melon dan Buah Lain
Melon dan semangka merupakan buah yang kaya akan air. Buah dengan karakteristik tersebut lebih cepat melewati saluran pencernaan dibandingkan buah lain yang dicerna lebih lambat.
Menurut Anh, menggabungkan melon dengan buah lain dapat mengganggu proses pencernaan. Melon disebut dapat berfermentasi di dalam saluran pencernaan dan memicu kembung serta rasa tidak nyaman di perut.
Melon juga disebut memiliki enzim pencernaan sendiri yang dapat berbenturan dengan buah-buahan lain dan memperburuk gangguan pencernaan. Karena itu, Anh menyarankan melon dikonsumsi secara terpisah, setidaknya 30 menit sebelum atau setelah mengonsumsi buah dan makanan lain.
Buah Bertepung dan Kaya Protein
Kombinasi berikutnya yang perlu diperhatikan adalah buah bertepung dengan buah yang disebut kaya protein. Pisang, misalnya, relatif tinggi pati. Sementara itu, jambu, alpukat, dan kiwi disebut mengandung lebih banyak protein.
Anh menyarankan kedua jenis buah tersebut tidak dikonsumsi bersamaan. Menurut dia, konsumsi keduanya secara bersamaan dapat membuat tubuh memproduksi berbagai enzim pencernaan secara simultan.
Proses itu dinilai dapat memperlambat pencernaan dan memicu kembung. Karena itu, pisang sebaiknya tidak dicampur dengan jambu, alpukat, atau kiwi dalam satu sajian apabila ingin menghindari kombinasi yang disebut dapat membebani proses pencernaan.
Buah Asam, Buah Manis, serta Pepaya dan Lemon
Buah asam seperti jeruk, stroberi, dan apel juga disebut tidak sebaiknya dikombinasikan dengan buah yang manis secara alami, seperti pisang atau anggur. Kedua kelompok buah itu dinilai lebih mudah berfermentasi selama proses pencernaan apabila dikonsumsi bersamaan.
Selain itu, kombinasi buah asam dan buah manis disebut dapat memicu perubahan pH lambung secara tiba-tiba. Kondisi tersebut menurut Anh dapat menimbulkan mual, asidosis ringan, sakit kepala, dan kelelahan.
Pepaya dan lemon juga disarankan dikonsumsi secara terpisah. Meski keduanya bergizi, kombinasi tersebut disebut dapat mengganggu keseimbangan hemoglobin yang berpotensi memicu anemia.
Pada anak-anak yang sistem pencernaannya belum sempurna, kombinasi pepaya dan lemon juga disebut dapat memicu gangguan metabolisme atau reaksi alergi.
Buah dan Sayuran dalam Satu Salad
Campuran buah dan sayuran yang kerap digunakan dalam salad juga perlu dipertimbangkan. Buah kaya akan gula alami, sedangkan sayuran kaya serat tak larut yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.
Mengonsumsi keduanya secara bersamaan disebut dapat memperlambat seluruh proses pencernaan dan mengurangi jumlah nutrisi yang dapat diserap tubuh. Salah satu contoh yang disebut dalam artikel adalah perpaduan selada dengan nanas.
Selain memperhatikan kombinasi, jumlah buah yang dikonsumsi juga penting. Mengonsumsi buah dalam jumlah besar dalam waktu singkat dapat mengganggu pencernaan karena kandungan gula dan seratnya yang tinggi.
Anh menyarankan konsumsi buah dilakukan satu hingga dua jam sebelum atau setelah makan utama. Saran tersebut disampaikan untuk membantu mengatur waktu konsumsi buah agar tidak berdekatan dengan makanan utama.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















