Headline.co.id, Seruyan ~ Sinergi Posyandu dan TP PKK Kabupaten Seruyan diperkuat untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Penguatan kolaborasi itu dilakukan dalam kegiatan di Aula Kelurahan Kuala Pembuang II, Kecamatan Seruyan Hilir, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP-Posyandu Kabupaten Seruyan, Welduline Ahmad Selanorwanda. Kolaborasi itu diarahkan untuk memperkuat pemantauan tumbuh kembang balita, pemenuhan gizi anak, serta pendampingan kesehatan lansia hingga tingkat desa dan kelurahan.
Sinergi Posyandu dan TP PKK dinilai penting karena kedua unsur tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, pelayanan kesehatan dasar diharapkan berjalan lebih optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Posyandu dan TP PKK Perkuat Pencegahan Stunting
Dalam sambutannya, Welduline menegaskan bahwa anak-anak merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan Kabupaten Seruyan. Karena itu, perhatian terhadap kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi sejak usia dini harus menjadi tanggung jawab bersama.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Anak-anak adalah masa depan Kabupaten Seruyan. Kualitas generasi mendatang sangat ditentukan oleh pola pengasuhan, pemenuhan gizi, dan layanan kesehatan dasar sejak awal kehidupan mereka. Oleh karena itu, pencegahan stunting bukan sekadar program kerja, melainkan tanggung jawab moral kita bersama,” ujarnya.
Menurut Welduline, Posyandu dan TP PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Ia meminta kolaborasi kedua unsur tersebut terus dijaga agar pemantauan tumbuh kembang balita dapat dilakukan secara rutin dan akurat.
“Posyandu dan tim penggerak PKK merupakan dua kekuatan utama yang menyentuh langsung lapisan masyarakat paling bawah. Melalui sinergi yang kuat TP PKK dan tim pembina Posyandu, kita harus memastikan bahwa pemantauan tumbuh kembang balita berjalan secara rutin dan akurat agar anak-anak tumbuh optimal dan bebas stunting,” jelasnya.
Tiga Fokus Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Welduline menyampaikan tiga hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Ketiganya meliputi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, pemeliharaan kesehatan lansia melalui pendampingan berkala, serta penguatan edukasi mengenai gizi seimbang di lingkungan keluarga.
Pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin diperlukan untuk mendeteksi permasalahan kesehatan sejak dini. Sementara itu, pendampingan terhadap lansia diharapkan membantu kelompok tersebut menjalani kehidupan yang sehat, mandiri, dan bahagia.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan pengetahuan gizi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga. Edukasi tidak hanya disampaikan melalui kegiatan, tetapi juga perlu diterapkan dalam pemenuhan kebutuhan makanan keluarga.
“Edukasi gizi seimbang harus sampai ke meja makan setiap keluarga di Kabupaten Seruyan. Kita perlu memastikan bahwa pengetahuan tentang pemenuhan gizi tidak hanya disampaikan dalam kegiatan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
PMT Diserahkan untuk Dukung Gizi Balita
Selain menjadi forum koordinasi, kegiatan tersebut diisi dengan penyerahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Bantuan itu menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita serta upaya pencegahan stunting.
Dalam kesempatan itu, Welduline juga menyampaikan apresiasi kepada para kader Posyandu dan pengurus PKK. Menurut dia, para kader berperan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat melalui dedikasi, ketulusan, dan kesabaran dalam mendampingi warga.
“Kader adalah ujung tombak pelayanan. Kerja keras, ketulusan, dan kesabaran ibu-ibu dalam mendampingi masyarakat adalah fondasi dari keberhasilan program kesehatan di daerah kita. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi tanpa lelah dari seluruh kader dan pengurus PKK,” ungkapnya.
Welduline mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan program kesehatan mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Sinergi tersebut diharapkan menciptakan pelayanan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperkuat kolaborasi di semua tingkatan, mulai dari kabupaten, kecamatan, hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” pungkasnya.

















