Headline.co.id, Jakarta ~ Arema FC menjadikan hasil imbang 3-3 melawan PSM Makassar sebagai bahan evaluasi sebelum menghadapi Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan. Evaluasi tersebut dibahas dalam PODCAST PR AREMA EPS 2 yang tayang di kanal Arema FC Official TV bersama dua jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) Malang, Mario dan Vino, serta Sudarmaji sebagai host. Pembahasan berfokus pada pertahanan, konsentrasi pemain, pergantian pemain, dan kesiapan mental Arema FC. Catatan itu muncul setelah Arema FC kehilangan keunggulan 3-1 ketika PSM menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir pertandingan.
Hasil tersebut dinilai mengecewakan karena Arema FC sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan dari keunggulan dua gol. Namun, perubahan pendekatan permainan pada fase akhir laga membuat PSM mampu menemukan celah dan mencetak gol penyama kedudukan.
Arema FC Disorot karena Bermain Terlalu Dalam
Mario menilai hasil imbang 3-3 kontra PSM terasa seperti kehilangan kemenangan. Sorotan utamanya tertuju pada keputusan Arema FC bermain lebih dalam atau low block saat pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ketika laga memasuki periode 80 menit ke atas, konsentrasi lini pertahanan Arema FC dinilai menurun. Situasi tersebut dimanfaatkan PSM untuk menekan dan mencetak gol penyama kedudukan.
Catatan mengenai konsentrasi menjadi penting karena Arema FC sempat berada dalam posisi unggul 3-1. Keunggulan tersebut seharusnya dapat menjadi modal untuk mengendalikan pertandingan hingga peluit akhir, tetapi pertahanan Arema FC tidak mampu mempertahankan keunggulan tersebut.
Pergantian Pemain dan Mental Jadi Bahan Evaluasi
Vino turut menyoroti keputusan pergantian pemain serta pengelolaan pertandingan setelah Arema FC unggul. Menurut pembahasan dalam podcast, tim yang berada dalam posisi memimpin perlu menjaga keseimbangan strategi bertahan, komposisi pemain, dan perubahan pemain.
Pengelolaan pertandingan dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis. Pemain juga perlu menjaga fokus ketika menghadapi tekanan pada situasi laga yang ketat, terutama saat lawan terus berupaya mengejar ketertinggalan.
Mario mengusulkan penguatan aspek psikologis sebagai bagian dari evaluasi Arema FC. Meditasi dan penguatan mental disebut sebagai salah satu alternatif yang dapat membantu pemain menjaga fokus serta mengelola tekanan selama pertandingan.
Lini Serang Arema FC Tetap Mendapat Apresiasi
Di tengah sorotan terhadap pertahanan, lini serang Arema FC dinilai menunjukkan potensi positif. Tiga gol yang dicetak di kandang PSM menjadi gambaran produktivitas ofensif yang masih dapat dikembangkan.
Careca menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian dalam diskusi tersebut. Gelandang Arema FC itu dinilai memiliki visi bermain dan inteligensi saat membangun open play.
Salah satu momen yang dibahas ialah umpan terobosan Careca yang dimanfaatkan Gabriel Silva atau Gaby untuk mencetak gol. Selain itu, gol melalui long pass dari separuh lapangan juga menjadi bagian dari penampilan ofensif yang mendapat apresiasi.
Arema FC Waspadai Serangan Balik Persik
Evaluasi hasil imbang melawan PSM kemudian diarahkan pada laga Arema FC kontra Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan. Pertandingan tersebut dipandang memiliki tantangan tersendiri karena membawa atmosfer Derby Jawa Timur yang identik dengan tensi dan gengsi tinggi.
Mario dan Vino menilai pemain asing serta pemain baru Arema FC perlu memahami karakter dan sejarah rivalitas pertandingan tersebut. Pemahaman itu dinilai penting agar para pemain memiliki kesiapan mental dalam menghadapi atmosfer derby.
Dari sisi teknis, serangan balik Persik Kediri menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi Arema FC. Kecepatan pemain Persik di sektor sayap serta ketajaman striker asing mereka, Enrique, menjadi perhatian dalam pembahasan podcast.
Arema FC juga dinilai perlu berupaya mencetak gol lebih awal untuk membangun momentum pertandingan sekaligus memberikan tekanan kepada lawan. Di tengah jadwal pertandingan yang padat, rotasi pemain turut dianggap penting untuk menjaga kondisi fisik dan performa tim.
Dalam sesi akhir podcast, Vino memprediksi Arema FC menang 2-0, Mario memprediksi kemenangan 3-1, sedangkan Sudarmaji memperkirakan Arema FC menang 1-0. Prediksi tersebut merupakan pandangan pribadi para narasumber dan bukan hasil atau informasi resmi pertandingan.
Melalui PR AREMA EPS 2, hasil imbang 3-3 melawan PSM menjadi bahan untuk mengevaluasi pertahanan, konsentrasi, manajemen pertandingan, dan kesiapan mental Arema FC sebelum menghadapi Persik Kediri.




















