TNI-Polri Kerahkan 217 Ribu Personel Untuk Amankan Nataru

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo Saat menuturkan informasi kepada Wartawan di Mabes Polri

TNI-Polri Kerahkan 217 Ribu Personel Untuk Amankan Nataru ~ Headline.co.id (Jakarta). Ratusan ribu personel gabungan dari unsur TNI-Polri akan dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan protokol kesehatan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca juga: Unik! Kesbangpol Gunakan Tiktok Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan

Read More

Diketahui, selama masa tersebut pemerintah memutuskan untuk menerapkab kebijakan PPKM Level 3 di seluruh wilayah Indonesia untuk menekan mobilitas.

“Kami libatkan seluruh Indonesia, sekitar 217 ribu, seluruh Indonesia. TNI juga mempersiapkan personilnya, satpol PP, dan jajaran kesehatan juga mempersiapkan, dan stakeholder terkait lainnya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Baca juga: Hadiri Tasmi’ Alquran, Wakil Wali Kota Depok Sampaikan Empat Visi Hidup yang Harus Dimiliki Setiap Individu

Dedi menyebutkan bahwa kepolisian akan menggelar Operasi Lilin untuk melakukan pengamanan libur terhitung mulai 20 Desember hingga 2 Januari 2022.

Nantinya, kata dia, aparat akan melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan libur panjang yang memedomani Instruksi Mendagri Nomor 62 Tahun 2021. Sejumlah pembatasan akan dilakukan merujuk pada ketentuan yang berlaku.

Pemerintah akan menggunakan surat keterangan berpergian untuk mencatat setiap mobilitas masyarakat selama penerapab PPKM Level 3 nantinya. Kata Dedi, polisi akan berjaga di sejumlah titik perbatasan yang telah ditentukan.

Baca juga: Suksesnya Gelaran MTQ ke-48 di Provinsi Lampung, PLN Siapkan Pengamanan Pasokan Listrik Berlapis

“Polri juga di seluruh-seluruh pintu-pintu tol, dan jalur-jalur akses tertentu perbatasan antar wilayah itu ada pos sebagai cek poin nah disitu nanti juga akan dicek disitu apakah masyarakat yang bepergian memiliki SKM,” jelas Dedi.

Menurut Dedi, langkah itu diambil agar tak terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang diakibatkan oleh pergerakkan massa dalam jumlah banyak dalam masa liburan.

Jika merujuk pada Imendagri 62/2021, pemerintah mengimbau masyarakat tidak pulang kampung. Arus pergerakan dari pelaku perjalanan masuk dari luar negeri pun akan diketatkan guna mengantisipasi mudik pekerja migran.

Baca juga: Wawali Kota Depok Sampaikan Sejumlah Langkah Strategis Pemkot pada Festival Indonesia Muda

Selain itu, Pemerintah mengizinkan Umat Kristiani untuk mengikuti kegiatan peribadatan Hari Raya Natal secara berjamaah di Gereja dengan pembatasan jumlah jemaat 50 persen dari total kapasitas gereja.

Baca juga: Kecelakaan Tragis di Kediri, Polisi Paparkan Identitas 4 Santri Korban Meninggal

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *