Perlu di Contoh! Sampah Plastik Bisa Jadi Sumber Pendapatan Warga Surabaya

  • Whatsapp
Cara Mengelola Sampah Plastik Menjadi Uang
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah saat berkunjung ke Bank Sampah Sektor Sampah Berkah atau BSS Samber Jalan Kedondong Kidul Nomor 12 Kota Surabaya. (FOTO ANTARA/HO-DPRD Surabaya)

Headline.co.id (Surabaya) ~ Sampah merupakan salah satu hal yang sering menjadi masalah dalam kehidupan kita sehari-hari, namun ternyata sampah juga bisa menjadi berharga seperti halnya yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur.

baca juga: Penasaran Apa yang Beda dari Honda Vario 160? ini Bocorannya

Bank Sampah Sektor Sampah Berkah atau BSS Samber Jalan Kedondong Kidul Nomor 12 Kota Surabaya, Jawa Timur melakukan pengelolaan sampah plastik sehingga bisa menjadi sumber pendapatan bagi warga setempat.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah di Surabaya, Rabu (15/9), menyampaikan bahwa agen bank sampah BSS Samber terus memutar otak agar bisa membantu pendapatan warga serta pembiayaan kebutuhan kelompok belajar yang didirikannya.

baca juga: Sukses Perjuangkan Perpres No 82 Pesantren, Yoyok Berikan Apresiasi Ke Gus Muhaimin Iskandar

“Mereka akhirnya membuat bank dari sampah plastik yang dikumpulkan warga RT 10. Sehingga, warga mengumpulkan sampah pada agen untuk ditukar menjadi uang,” katanya.

Uang yang terkumpul itu, lanjut dia, kemudian ditabung dan sebagian didonasikan untuk kelompok belajar. Hasilnya sebagian digunakan untuk beli pulsa dan kue supaya siswa semangat belajar.

Menurut dia, semua itu berangkat dari rasa keprihatinan pada anak-anak yang banyak menghabiskan waktu dengan bermain-main selama pandemi, maka BSS Samber yang diketuai Mahmudah bekerja sama Karang Taruna Kecamatan Tegalsari, mendirikan tempat belajar berbasis masyarakat di Pos Bank Sampah BSS Samber.

baca juga: DPC PDIP Metro Siapkan 2.000 Dosis Vaksin Covid-19 Untuk Masyarakat

“Saya memberikan apresiasi kepada Mahmudah yang telah mendirikan pendampingan belajar di BSS Samber dan Karang Taruna, yang telah mengorbankan waktunya untuk mengajar para siswa. Total siswa yang saat ini mengikuti pendampingan bejalar mencapai 202 siswa yang mayoritas duduk di bangku SD,” ujarnya.

Rata-rata siswa yang mengikuti pendampingan belajar di BSS Samber ini, lanjut dia, berasal dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Jadi untuk ikut les menambah jam belajar secara mandiri sepertinya tidak mungkin.

baca juga: Review Tamron 11-20mm f/2.8 Alternatif Lensa Wide Sony APS-C

Pada pelaksanaan pendampingan belajar ini, kata Khusnul, sebenarnya ada kendala jaringan internet yang kurang. Selain itu, banyak dari siswa yang tidak punya gawai untuk melakukan daring. Namun dengan pendapatan dari pengelolaan sampah, semua itu bisa teratasi.

baca juga: Presiden Jokowi Terkejut Ketika Betemu Joko Widodo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *